Tangerang, rakyatpembaruan.com-
Universitas Sriwijaya (UNSRI) membuktikan komitmennya dengan keterlibatan aktif pada ajang bergengsi internasional Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang pada tanggal 22 – 25 Juni 2026.
Pameran berskala global yang diikuti oleh berbagai negara dari Benua Asia hingga Eropa ini menjadi panggung strategis bagi UNSRI untuk memperkenalkan hasil penelitian terbaiknya kepada masyarakat internasional.
Kehadiran UNSRI dalam kongres dunia ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Sriwijaya, didampingi oleh para Wakil Rektor dan Delegasi dari Tim EQUITY UNSRI.
Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Taufiq Marwa, SE, M.Si. menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas partisipasi aktif seluruh tim. “Alhamdulillah pada hari ini kita bisa berpartisipasi dalam kegiatan pameran pendidikan ini. UNSRI menampilkan beberapa produk inovasi unggulan. Melalui kegiatan yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari berbagai negara ini, kita bisa memperkenalkan nama baik Universitas Sriwijaya di kancah global,” ujar Rektor Universitas Sriwijaya saat meninjau langsung stan pameran.
Rektor menambahkan bahwa momentum ini merupakan pembuktian eksistensi penelitian UNSRI yang berdampak. “Paling tidak kita bisa menampilkan kepada dunia bahwa UNSRI itu ada dan mampu berkiprah melalui produk-produk unggulan. Alhamdulillah, tadi banyak sekali pengunjung di booth kita. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, Universitas Sriwijaya bisa menjadi lebih dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga di tingkat internasional. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan juga para inovator dari Universitas Sriwijaya yang telah membawa dan memamerkan hasil karyanya di kegiatan ini,” Rektor.
Kehadiran inovasi UNSRI di pameran ini sekaligus menjadi jawaban konkret atas alarm kritis yang disampaikan oleh Pemerintah Indonesia dalam sesi pembukaan kongres. Leonardo Adypurnama Teguh Sambodo, SP, MS, Ph.D. (Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas), yang hadir mewakili Menteri PPN/Bappenas, mengungkapkan fakta yang mendukung yaitu bahwa sekitar 88% target SDGs di kawasan Asia dan Pasifik saat ini berada dalam bahaya akibat tekanan iklim dan degradasi lingkungan.
Menangapi tantangan tersebut, Phil Baty (Chief Global Affairs Officer THE) menyatakan bahwa krisis global ini harus dijawab dengan kolaborasi data dan analisis ketajaman universal dari perguruan tinggi. Hal tersebut didukung oleh Dominic Jermey (Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste) serta Ferdinand Sadeli (Deputy Group CEO Sinar Mas Land) yang secara terbuka mengundang universitas untuk berkolaborasi membangun ekosistem penelitian masa depan.
Menjawab tantangan global tersebut, UNSRI melalui Tim EQUITY menghadirkan 4 inovasi iptek unggulan yang relevan dengan pilar pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Inovasi pertama adalah UNSRI-PARA (Inovasi Pangan & Adaptasi Iklim): Varietas padi unggul dengan toleransi ganda (dual toleransi) yang adaptif terhadap banjir sekaligus kekeringan di lahan rawa lebak. Inovasi ini mampu mendongkrak hasil panen hingga lebih dari 9 ton per hektar sebagai solusi nyata atas ancaman krisis pangan akibat cuaca ekstrem.
Inovasi kedua Di bidang kesehatan yaitu, TeleOTIVA & TeleOTIVA VR (Inovasi Kesehatan Berbasis AI/VR): Aplikasi mobile berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi dini kanker serviks dengan akurasi 98%, dilengkapi teknologi Virtual Reality (VR) 3D untuk simulasi pelatihan interaktif bagi tenaga medis.
Inovasi selanjutnya UNSRI menampilkan H2Go – Hydrogen Fuel Cell Bike (Energi Bersih): Sepeda listrik inovatif ramah lingkungan berbasis bahan bakar hidrogen yang menghasilkan emisi nol (Zero Emission) dengan residu murni berupa udara (H2O).
Selain itu UNSRI juga memaparkan Stem Cell Secretome (Bioteknologi Medis): Riset dan pengembangan medis mutakhir yang memanfaatkan molekul sekresi sel punca (secretome) untuk terapi regenerasi jaringan guna mendukung penguatan pilar kesehatan masyarakat yang berkelanjutan (SDG 3).
Melalui momentum THE GSDC 2026, UNSRI terus bergerak maju memperluas jejaring (networking) internasional demi mendorong implementasi riset yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat dunia.
(adi/rp) (VK_Humas)
