Bantentv.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, setelah pelaksanaan sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026.
Pada malam Idulfitri, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak melafalkan takbir sebagai bentuk rasa syukur atas telah selesainya ibadah Ramadhan.
Anjuran takbiran ini didasarkan pada firman Allah SWT:
وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا Perlindungan Hutang
Artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah (2): 185)
Tradisi takbiran umumnya dimulai sejak malam 1 Syawal hingga pelaksanaan salat Id.
Baca Juga: Sidang Isbat Tetapkan Idulfitri 21 Maret 2026, Hilal Tidak Terlihat
Dalam pelaksanaannya, takbiran terbagi menjadi dua jenis. Pertama, takbir muqayyad, yaitu takbiran yang dibaca setelah salat, baik salat fardu maupun sunah.
Kedua, takbir mursal, yaitu takbiran yang dapat dilantunkan kapan saja dan di mana saja selama waktu yang dianjurkan.
Kedua jenis takbiran ini sama-sama direkomendasikan untuk diamalkan, terutama dalam menghidupkan malam Idulfitri dengan lantunan takbir.
Bacaan Takbiran Idul Fitri
Dilansir dari NU Online, berikut adalah lafal dasar takbiran yang dibaca sebanyak tiga kali:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.”
Takbiran kemudian dapat dilanjutkan dengan dzikir sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Artinya: “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, menyampaikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”
Selain itu, terdapat pula bacaan takbiran yang umum dilafalkan di masyarakat dan tetap diperbolehkan:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Artinya: “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”
Takbiran tak hanya berupa lantunan kalimat pujian, tetapi juga bentuk pengakuan atas kebesaran Allah SWT.
Melalui takbiran, umat Islam diajak untuk merefleksikan perjalanan spiritual selama Ramadhan dan menutupnya dengan rasa syukur.
Artikel Bacaan Takbiran Idulfitri, Lengkap dengan Artinya! pertama kali tampil di BANTENTV.COM.