Cilegon, Bantentv.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Cilegon mengakibatkan sejumlah organisasi terendam banjir.
Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah Perumahan Metro Cilegon, di mana hampir seluruh kluster melaporkan terendam banjir sejak dini hari.
Debit air dilaporkan terus meningkat hingga sekitar pukul 01.30 WIB. Pada waktu tersebut, ketinggian banjir bahkan mencapai pinggang orang dewasa di sejumlah titik. Kondisi banjir yang terus meningkat membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa sebagian dari mereka mencari tempat yang lebih aman.
Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cilegon, Ade Mufrodi, membenarkan bahwa banjir melanda hampir seluruh kluster di Perumahan Metro Cilegon. Ia menyebut peristiwa banjir kali ini menjadi yang terparah sejak tahun 2019.
Baca Juga: Banjir Rendam RSUD Panggungrawi Cilegon Dini Hari, Pasien Dievakuasi Saat Listrik Padam
Menurutnya, ketinggian banjir di beberapa kluster mencapai antara 1 hingga 1,5 meter. Kondisi tersebut bantuan membuat proses evakuasi warga harus dilakukan dengan perahu.
“Yang paling tinggi ada di kluster Cendana dan Royal. Di Florida juga sampai sekitar 1 meter 30 sentimeter,” ungkapnya.
Meski banjir yang melanda kawasan tersebut cukup tinggi, hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, waktu penanganan bencana harus mengerahkan sejumlah perahu karet untuk membantu membantu warga yang masih terjebak banjir di jalan raya.
“Perahu karet kurang lebih sekitar enam sampai tujuh unit. Saya juga meminta bantuan lagi ke Basarnas untuk tambahan perahu karet dan mesin tempelnya,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga kluster Royal Garden di Perumahan Metro Cilegon, Riki, mengatakan banjir mulai menggenangi kawasan tersebut sekitar pukul 00.00 WIB. Menurutnya, banjir terjadi akibat luapan sungai yang letaknya tidak jauh dari kawasan perumahan.
“Ini pertama kali untuk kluster Royal di Perumahan Metro. Lebih parah dari tahun 2019, jadi cukup lumayan parah,” ujarnya.
Akibat banjir yang terus meninggi dan dinilai membahayakan, sebagian besar warga di kluster Royal Garden memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beberapa fasilitas umum dimanfaatkan sebagai lokasi sementara bagi warga yang terdampak banjir.
“Sebagian ada yang mengungsi di fasum, mushola, dan ke rumah keluarga di luar Perumahan Metro. Beberapa tetap tinggal karena rumahnya bertingkat,” tutupnya.
Peristiwa banjir ini kembali menjadi perhatian warga, mengingat kawasan tersebut sebelumnya juga pernah terdampak banjir pada tahun-tahun sebelumnya.
Warga berharap adanya penanganan yang lebih serius agar kejadian banjir serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Editor Siti Anisatusshalihah