Serang, Bantentv.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menggelar agenda nonton bareng untuk menyaksikan siaran langsung Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 yang disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dari Jakarta dan diikuti dari Ballroom Surosowan Lantai 4, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Kamis, 29 Januari 2026.
Peluncuran LPI 2025 mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”.
LPI tahun ini memuat evaluasi dan prospek perekonomian global serta domestik, termasuk pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia sepanjang tahun 2025 dan arah bauran kebijakan pada tahun 2026.
Melalui LPI, Bank Indonesia menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai tantangan dan peluang ekonomi ke depan.
Agenda estafet sekaligus peluncuran LPI tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan di Provinsi Banten, di antaranya Asisten Pembangunan, Perekonomian dan Pengadaan Provinsi Banten, Organisasi Perangkat Kerja Daerah, lembaga vertikal, Kepala OJK Provinsi Banten, akademisi, serta perwakilan perbankan.
Baca Juga: Tanggapi Pengumuman MSCI, OJK dan SRO Mengatur Aturan Baru Free Float
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, mengawali kegiatan dengan memberikan Berbagai sekaligus pemaparan mengenai perkembangan, tantangan, dan prospek ekonomi nasional, termasuk kondisi perekonomian wilayah Banten.
Ia juga menyampaikan arah bauran kebijakan Bank Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan.
Dalam pemaparannya, Ameriza menekankan pentingnya menjaga kolaborasi dan sinergi antarpihak agar perekonomian Banten dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional.
Setelah Serangkaian tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan menyaksikan estafet Peluncuran LPI 2025 yang diawali keynote Speech Gubernur Bank Indonesia.
Dalam keynote Speech, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan tiga hal utama, yakni optimisme, komitmen, dan sinergi. Optimisme dinilai perlu terus dibangun untuk memperkuat prospek ekonomi.
Pertumbuhan tahun 2025 diprakirakan berada pada kisaran 4,7–5,5 persen, meningkat menjadi 4,9–5,7 persen pada tahun 2026, dan terus naik menjadi 5,1–5,9 persen pada tahun 2027. Stabilitas harga juga diperkirakan tetap terjaga dengan inflasi terkendali pada kisaran 2,5±1 persen pada tahun 2026 dan 2027.

Selain itu, sinergi antara lain perlu diperkuat pada lima bidang penting, meliputi penguatan stabilitas perekonomian, dorongan sektor riil melalui hilirisasi sumber daya alam dan industrialisasi, penguatan kerakyatan perekonomian, peningkatan pembiayaan perekonomian, serta percepatan digitalisasi.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan, sebagaimana arah kebijakan yang tertuang dalam LPI.
Sebagai bagian dari rangkaian peluncuran LPI 2025, Bank Indonesia juga menyelenggarakan seminar dalam format panel diskusi yang menghadirkan narasumber dari Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, wakil kementerian dan lembaga, serta pelaku dan aktivis ekonomi.
Panel diskusi yang dimoderatori Zilvia Iskandar tersebut membahas tentang penguatan stabilitas dan transformasi perekonomian nasional, pembiayaan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan industri kendaraan listrik yang inklusif dan berkelanjutan.
Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia merupakan agenda rutin Bank Indonesia yang diselenggarakan setiap awal tahun sebagai bentuk transparansi kebijakan kepada publik, sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.
LPI 2025 diharapkan menjadi referensi utama yang kredibel dan berkualitas terkait perkembangan dan prospek perekonomian Indonesia, sinergi kebijakan nasional, serta arah bauran kebijakan Bank Indonesia ke depan.
Editor Siti Anisatusshalihah