Bantentv.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan 37 saham ke dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.
Saham-saham yang masuk kategori HSC secara otomatis tidak akan menjadi konstituen indeks utama BEI, seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Dengan penambahan tersebut, kini total saham yang masuk daftar HSC menjadi 51 emiten.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, penambahan tersebut merupakan hasil evaluasi terbaru terhadap saham-saham yang memenuhi kriteria HSC.
“Kami akan segera mengumumkan ada 37 saham baru yang masuk dalam kriteria konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sehingga total saham yang ada di dalam konsentrasi kepemilikan saham tinggi akan menjadi 51 saham,” ujar Jeffrey dalam keterangannya, pada Rabu, 15 Juli 2026.
Baca Juga: IHSG Nyaris Tidak Bergerak, Usai Ditutup 0,028 Persen ke 6.039
BEI menjelaskan, penambahan daftar HSC dilakukan setelah diterapkannya kriteria baru berupa Price Impact Ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
Penambahan 37 saham ke dalam kategori HSC ini, menyusul 14 saham HSC yang telah diumumkan sebelumnya.
Menurut Jeffrey, Price Impact Ratio bertujuan untuk mengukur perubahan harga saham terhadap kecepatan, yaitu rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik (free float).
Dengan demikian, saham yang memiliki volume transaksi rendah akan menghasilkan kecepatan yang rendah. Apabila saham tersebut mengalami perubahan harga yang besar, maka Price Impact Ratio akan menjadi tinggi sehingga berpotensi masuk kategori HSC.
Baca Juga: IHSG Menguat ke Level 5.924 Pada Penutupan Jumat Pekan Ini, Emiten RANS Masuk Top Gainers
Meski begitu, BEI akan melakukan evaluasi daftar saham HSC secara berkala setiap tiga bulan atau mengikuti siklus evaluasi indeks utama.
“Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi yang ada atau tidaknya konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Tentu saja faktor pemicu lain yang terkait dengan kegiatan pengawasan itu akan tetap dilakukan,” terang Jeffrey.
Baca Juga: IHSG Nyaris Tidak Bergerak, Usai Ditutup 0,028 Persen ke 6.039
Berikut, 51 saham yang masuk daftar Kategori HSC, antara lain:
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
- PT Transcoal Pasifik Tbk (TCPI)
- PT Mahkota Grup Tbk (MGRO)
- PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
- PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
- PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
- PT Ekamas Muda Republik Tbk (Kemenag)
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
- PT Bank Permata Tbk (BNLI)
- PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
- PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
- PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (BANGKIT)
- PT FAP Agri Tbk (FAPA)
- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
- PT Siantar Top Tbk (STTP)
- PT Multipolar Teknologi Tbk (MLPT)
- PT Golden Energy Mines Tbk (PERMATA)
- PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (DOA)
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
- PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
- PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
- PT Hotel Fitra Internasional Tbk (FITT)
- PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
- PT Hoffmen Cleanindo Tbk (RAJA)
- PT MD Entertainment Tbk (FILM)
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
- PT Bunga Emas Tbk (POLU)
- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
- PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
- PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
- PT Bank Mega Tbk (MEGA)
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).
Editor : Erina Faiha