Bantentv.com – Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Bernadya, resmi merilis album keduanya yang bertajuk Semoga Hanya di Mimpi pada Rabu, 24 Juni 2026.
Album yang dirilis melalui JUNI Records ini mengangkat tema kegelisahan, ketakutan, dan keraguan dalam menjalani hubungan, sekaligus menjadi karya solo terbaru Bernadya setelah kesuksesan album debutnya, Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan.
Debut album sukses tersebut mengantarkan Bernadya menjadi salah satu musisi muda yang diperhitungkan di industri musik Indonesia dan membawa meraih tiga penghargaan dalam AMI Awards 2024.
Baca Juga: Bernadya akan Hibur Warga Kota Serang di Pesta Mangan 2025
Bernadya mengungkapkan, album Semoga Hanya di Mimpi lahir dari rasa takut terhadap ketenangan yang ia alami dalam hidupnya. Menurutnya, ketika segala sesuatu berjalan baik dan normal, justru muncul kekhawatiran bahwa hal buruk akan terjadi.
Ia mengaku terinspirasi dari istilah cherophobia, yaitu ketakutan terhadap kebahagiaan karena adanya kekhawatiran bahwa kebahagiaan tersebut akan diikuti oleh sesuatu yang tidak diinginkan.
“Semoga Hanya di Mimpi lahir dari ketakutanku akan rasa tenang. Saat hidup berjalan normal dan baik-baik saja, justru muncul rasa waswas bahwa akan terjadi sesuatu yang tidak saya inginkan,” kata Bernadya.
Perasaan tersebut juga mempengaruhi proses kreatifnya dalam menulis lagu. Bahkan, ia sempat mempertimbangkan untuk mengubah beberapa lirik dalam lagu Laut yang Tenang karena khawatir kata-kata yang ditulisnya dapat menjadi kenyataan.
Baca Juga: Bernadya Sukses Buat Warga Serang Galau di Pesta Mangan
Berbeda dengan album sebelumnya yang lahir dari berbagai peristiwa besar dalam hidupnya, album kali ini justru tercipta saat kehidupannya berjalan normal dan relatif tenang.
“Kali ini albumku lahir saat tidak ada momen yang begitu besar atau spesial dalam hidupku. Semua berjalan normal dan baik-baik saja. Namun, justru di saat seperti itu aku merasa waswas dan takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Dalam proses penggarapan album, Bernadya menggandeng sejumlah produser dan penulis lagu baru. Enrico Octaviano terlibat dalam lagu Sebelum Jadi Panjang dan Laut yang Tenangsementara Baskara Putra turut berkontribusi dalam penulisan lagu tersebut.
Kolaborasi lainnya hadir bersama Dennis Ferdinand dan grup Perunggu melalui lagu Peluk Aku Sekarangserta Vega Antares dalam lagu Menyenangkan Mengenalmu.
Sementara itu, dua kolaborator lamanya, Rendy Pandugo dan Petra Sihombing, kembali dipercaya menggarap sejumlah lagu dalam album ini. Rendy menguasai lagu Lawan Waktu dan Jarak, Rabun Jauh, Tolong Bilang Ini Mimpidan Belum Sempat Kenal. Adapun Petra menggarap Wanita Tak Punya Malu serta Kita Membuat Menyenangkan.
Baca Juga: Harga dan Cara Membeli Tiket Nonton Bernadya di Pesta Mangan 2025 Kota Serang
Menurut Bernadya, bekerja dengan banyak produser baru menjadi pengalaman yang menantang sekaligus memperkaya proses kreatifnya.
“Untuk pertama kalinya bekerja dengan banyak produser baru dan harus menulis lagu dari nol. Aku harus menyesuaikan gaya penulisanku dengan cara kerja mereka, dan mereka juga harus menyesuaikan dengan caraku menulis dan bekerja,” tuturnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan cara kerja grup Perunggu yang dinilainya cepat dan spontan dalam menciptakan lagu.
Dari sisi musikalitas, Semoga Hanya di Mimpi menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan karya-karya Bernadya sebelumnya. Album ini banyak terinspirasi oleh musik pop Indonesia era awal 2000-an dengan dominasi instrumen organik yang dipadukan sentuhan elektronik secara halus.
Baca Juga: Ariel NOAH, Bernadya hingga Raisa Gugat UU Hak Cipta ke MK
“Aku penasaran dengan era itu. Selama membuat album ini, aku juga sering mendengarkan album 18 milik Audy,” kata Bernadya.
Meski menawarkan warna musik yang lebih segar, album ini tetap mempertahankan ciri khas Bernadya melalui vokal lembut dan lirik yang dekat dengan pengalaman banyak orang.
Bernadya berharap album Semoga Hanya di Mimpi dapat diterima oleh para pendengar dan menjadi teman bagi siapa saja yang sedang menghadapi berbagai perasaan dalam hidupnya.
“Harapanku semoga album ini sampai ke telinga yang tepat dan membawa kebaikan bagi siapa pun yang mendengarkannya. Semoga semua hal menyerap dan menakutkan yang kamu dengar di lagu-lagunya hanya ada di mimpi. Selamat menikmati,” tutup Bernadya.
Editor : Erina Faiha