Cilegon, Bantentv.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas Satu Merak mengeluarkan peringatan dini terkait terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi di perairan selat sunda.
Peringatan tersebut disampaikan seiring meningkatnya intensitas cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang beraktivitas di wilayah perairan.
Memasuki musim penghujan, BMKG mencatat adanya dinamika atmosfer yang memicu terbentuknya gelombang tinggi disertai angin kencang di sejumlah wilayah perairan, termasuk selat sunda.
Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam rentang waktu tiga hari hingga satu pekan ke depan.
Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Kelas Satu Merak, Ahmad Fadholi, menjelaskan bahwa peringatan tersebut dikeluarkan menyusul terjadinya puncak musim hujan yang berlangsung akhir-akhir ini.
Selain curah hujan yang tinggi, kecepatan angin juga tercatat mencapai lebih dari dua puluh knot, sehingga berpotensi menimbulkan gelombang yang cukup signifikan di perairan selat sunda.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu keselamatan pelayaran jika tidak disimpan dengan langkah antisipatif.
“Khususnya peringatan gelombang tinggi di wilayah Selat Sunda Barat Pandeglang, Perairan Selatan Pandeglang dan Lebak telah kami informasikan peringatan dini untuk gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter,” ujar Ahmad Fadhli.
BMKG juga mengimbau masyarakat pantai pesisir, nelayan, serta operator penyeberangan di Pelabuhan Merak agar mematuhi dan menjadikan data resmi BMKG sebagai pedoman utama saat menghadapi cuaca buruk.
Hingga saat ini, dampak dari cuaca buruk di perairan Merak juga mempengaruhi kelancaran arus penyeberangan.
Kondisi antrean panjang kendaraan, khususnya truk, masih terlihat hingga keluar kawasan Pelabuhan Merak akibat keterbatasan operasional yang dipengaruhi oleh cuaca di selat sunda.
Editor Siti Anisatusshalihah