Bantentv.com – Di setiap momen Lebaran di Cilegon, Banten, ada satu kue kering tradisional yang hampir selalu hadir di meja tamu bolu kuwuk, yang juga dikenal dengan sebutan bolu kenong.
Bentuknya kecil lonjong menyerupai alat musik kenong atau biji kuwuk, dengan tekstur renyah di luar namun tetap ringan saat dipasarkan.
Kue ini bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari tradisi silaturahmi yang diwariskan turun-temurun.
Asal Mula Bolu Kuwuk
Bolu kuwuk diyakini berkembang dari adaptasi masyarakat Banten terhadap kue bolu Eropa yang kemudian disesuaikan dengan selera lokal.
Berbeda dari bolu pada umumnya yang lembut dan basah, bolu kuwuk justru dibuat dua kali proses pemanggangan hingga menghasilkan tekstur kering dan tahan lama.
Baca Juga: Bolu Tape Benteng, Oleh-Oleh Legendaris Tangerang dengan Aroma Tradisi yang Menggoda
Inilah membuatnya cocok disajikan saat Idul Fitri, ketika keluarga besar berkumpul dan kue disimpan selama berhari-hari.
Nama “kenong” sendiri muncul karena bentuknya yang menyerupai alat musik gamelan tradisional, sementara sebutan “kuwuk” mengacu pada bentuk kecil memanjang yang khas.
Hingga kini, bolu kuwuk masih banyak dibuat di rumahan dan menjadi salah satu kue wajib Lebaran di wilayah Cilegon dan sekitarnya.
Baca Juga: Resep Bolu Ketan Hitam Meler Viral, Lembut dan Legit Banget
Resep Bolu Kuwuk Khas Cilegon
Bahan-bahan
- 150 gram mentega
- 175 gram gula pasir
- 6 butir telur
- 300 gram tepung terigu
- 1½ sendok teh baking powder
- 1 sendok teh ekstrak vanila
Cara Membuat (± 60 menit)
- Siapkan wadah, lalu kocok mentega dan gula pasir menggunakan mixer hingga adonan mengembang, berwarna lebih pucat, dan terasa lembut.
- Masukkan telur satu per satu sambil terus dikocok dengan kecepatan sedang hingga adonan tercampur rata dan halus.
- Ayak tepung terigu dan baking powder, lalu masukkan ke dalam adonan secara bertahap (sekitar tiga kali). Aduk perlahan dengan teknik lipat agar adonan tetap ringan.
- Tambahkan ekstrak vanila, aduk kembali secara perlahan hingga aroma vanila menyatu sempurna.
- Tuang adonan ke dalam cetakan silikon kecil berbentuk lonjong yang sebelumnya telah diolesi mentega.
- Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan pada suhu 180°C selama ±30 menit hingga bolu matang.
- Angkat, dinginkan sebentar, lalu keluarkan bolu dari cetakan.
- Susun bolu di atas loyang datar, kemudian panggang kembali dengan suhu 140°C selama ±60 menit hingga kering sempurna.
- Angkat dan biarkan dingin sebelum disimpan dalam toples kedap udara.
Tips Agar Bolu Kuwuk Renyah dan Tahan Lama
- Gunakan mentega berkualitas agar aroma bolu lebih harum dan gurih.
- Pastikan adonan tidak diaduk terlalu kuat setelah tepung masuk agar bolu tidak bantat.
- Proses pemanggangan kedua adalah kunci kerenyahan, lakukan dengan api kecil agar bolu kering merata tanpa gosong.
- Simpan bolu kuwuk dalam wadah tertutup rapat setelah benar-benar dingin agar tetap renyah hingga berhari-hari.
Bolu kuwuk bukan hanya kue kering biasa, melainkan simbol kebersamaan dan kehangatan Lebaran khas Cilegon.
Di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan cerita tradisi, kesabaran dalam proses, dan rasa rindu akan suasana Idul Fitri yang penuh keakraban, Selamat Mencoba untuk kudapan Idul Fitri nanti bersama keluarga .
Editor : Erina Faiha