Cilegon, Bantentv.com – Kenaikan harga daging sapi dalam dua bulan terakhir memicu aksi penurunan pedagang di sejumlah pasar Kota Cilegon. Aksi tersebut dilakukan selama dua hari sebagai bentuk protes atas harga yang dinilai memberatkan pedagang dan konsumen.
Mogok berjualan ini dipicu menggerakkan harga daging sapi yang terus terjadi sejak Desember 2025. Kondisi tersebut membuat aktivitas penjualan beli daging sapi di pasar terganggu.
Salah satu pedagang daging sapi, Asep, menyebut kenaikan harga sudah berlangsung cukup lama dan berada di luar batas kewajaran. Menurutnya, pedagang kesulitan menjual daging dengan harga normal.
“Ada kenaikan sapi yang sangat signifikan, soalnya kita nanggulangi sejak bulan Desember jadi sudah dua bulan,” ujar Asep, pedagang daging sapi di Cilegon.
Baca Juga: Harga Daging Sapi di Pasar Baru Kranggot Cilegon Tembus Rp140 Ribu per Kilogram
Saat ini, harga daging sapi di pasaran mencapai Rp140 ribu per kilogram. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal yang berada di kisaran Rp125 ribu per kilogram.
“Kenaikannya itu kisaran Rp140 ribu, normalnya Rp125 ribu. Kalau sekarang Rp140 ribu,” katanya.
Asep menjelaskan, kenaikan harga dipicu oleh mahalnya harga sapi hidup yang terus meningkat setiap kali pembelian. Kondisi ini membuat pedagang tidak memiliki pilihan selain menaikkan harga jual.
“Kenaikan itu karena faktor kita beli sapinya semakin hari semakin naik, setiap pembelanjaan pasti naik,” ungkapnya.
Aksi pembukaan ini juga ditujukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada masyarakat dan pemerintah terkait kondisi harga daging sapi. Pedagang berharap ada perhatian dan langkah untuk menstabilkan harga.
Selain pedagang daging sapi, penggiling daging dan pelaku usaha daging beku juga tidak beroperasi selama aksi berlangsung. Dampaknya, pasokan dan layanan daging di pasar Kota Cilegon ikut terhenti.
Editor AF Setiawan