Tangerang, Bantentv.com – Dewa United Banten FC menyampaikan sikap tegas terkait insiden kekerasan dalam pertandingan Dewa United Development melawan Bhayangkara Youth. Insiden tersebut terjadi di Stadion Citarum, Semarang, Minggu, 19 April 2026.
Presiden Dewa United Banten FC, Ardian Satya Negara, menegaskan bahwa klub tidak mentoleransi kekerasan dalam sepak bola. Terutama pada kompetisi usia muda.
“Kami mengecam kerasnya kejadian kekerasan yang terjadi di Semarang. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan,” ujar Ardian Senin 20 April 2026.
Menurutnya, kompetisi usia muda seharusnya menjadi ajang pelatihan dan menjunjung tinggi sportivitas.
Baca Juga: Debut Asia, Dewa United Banten FC Tergabung di Grup E AFC Challenge League
“Kami sangat menyanyangkan tindakan kekerasan, terutama dilakukan oleh pemain maupun pihak pelatih yang seharusnya menjadi panutan,” lanjutnya.
Ardian menegaskan manajemen Dewa United tidak akan tinggal diam. Klub akan mengambil langkah konkret sebagai respon atas kejadian tersebut.
“Manajemen Dewa United akan melayangkan protes resmi kepada operator liga serta mendorong investigasi dan sanksi tegas,” katanya.
Selain itu, Dewa United juga mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak yang terlibat.
Baca Juga: Diisukan Cerai, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Kompak Pamer Foto Mesra
“Kami juga akan menempuh jalur hukum terhadap semua pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan ini,” tegas Ardian.
Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, sepak bola usia muda di Indonesia sedang berkembang ke arah positif.
Editor AF Setiawan