Bantentv.com – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei sebagai momentum penting bagi dunia pendidikan di Indonesia. Peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan dalam mendorong kemajuan bangsa sekaligus menghargai jasa para tokoh pendidikan.
Tema Hardiknas 2026
Pada tahun 2026, Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema ini mencerminkan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang merata, sekaligus menjawab tantangan di era digital.
Baca Juga: Hardiknas 2026, Peserta Upacara Diminta Kenakan Pakaian Adat
Sejarah Penetapan Hardiknas
Penetapan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama RM Soewardi Soerjaningrat. Ia dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi rakyat pribumi di masa penjajahan Belanda.
Penetapan Hardiknas dilakukan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959 oleh Soekarno sebagai bentuk penghormatan atas jasanya.
Peran dan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara tidak hanya dikenal sebagai pendidik, tetapi juga jurnalis dan aktivis yang vokal menentang ketidakadilan pendidikan pada masa kolonial. Ia pernah diasingkan ke Belanda setelah menulis kritik tajam terhadap pemerintah kolonial.
Baca Juga: Makna Logo Hardiknas 2026, Simbol Arah Baru Pendidikan Indonesia
Sepulang dari penerangan, ia mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarta sebagai upaya membuka akses pendidikan bagi seluruh rakyat tanpa memandang status sosial.
Ia juga memperkenalkan konsep pendidikan yang memerdekakan, yakni pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian peserta didik.
Filosofi Pendidikan
Ki Hadjar Dewantara mewariskan filosofi pendidikan yang masih relevan hingga saat ini, yakni: “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.”
Baca Juga: Sejarah 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia
Filosofi tersebut mengandung makna bahwa pendidik harus mampu menjadi teladan, membangun semangat, serta memberikan dorongan kepada peserta didik.
Peringatan Hardiknas menjadi refleksi bahwa pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang merdeka dalam berpikir, bertindak, dan menentukan masa depan.
Editor : Erina Faiha