Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 163,01 poin atau 2,16 persen ke level 7.378,61 pada perdagangan Kamis 23 April 2026. Terpantau, sepanjang hari, IHSG bergerak fluktuatif pada rentang 7.381–7.582.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp20,36 triliun dengan volume perdagangan mencapai 53,83 miliar saham dan frekuensi 3,07 juta kali.
Jika sebelumnya lebih banyak saham menguat, namun pada hari ini, justru saham sebanyak 505 saham terpantau melemah, hanya 192 saham yang menguat, dan 123 saham lainnya stagnan atau tidak bergerak.
Baca Juga: IHSG Melemah 86,96 Poin ke 8.235, Sempat Anjlok 2% dan Seluruh Sektor Zona Merah
Mayoritas sektor saham juga ditutup di zona merah. Hari ini, sektor konsumsi barang nonprimer bahkan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 3,28 persen, diikuti sektor perindustrian yang turun 2,83 persen, sektor teknologi di angka 2,32 persen, disusul sektor infrastruktur 2,25 persen dan sektor barang baku turun 1,93 persen.
Di sisi lain, sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mencatat penguatan sebesar 2,42 persen dan berada di zona hijau.
Serupa dengan IHSG, bursa saham Asia mayoritas juga mengalami penurunan. Indeks Nikkei Jepang turun sebesar 0,75 persen, Hang Seng Hong Kong melemah sebanyak 0,95 persen, Straits Times Singapura turun 1,11 persen, dan Shanghai Composite China terkoreksi 0,32 persen.
Baca Juga: IHSG Kembali Anjlok 1,8 Persen ke 7.164
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pelemahan IHSG dari luar negeri, memicu meningkatnya penawaran global, terutama akibat banyaknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan di Timur Tengah ini ikut mendorong kenaikan harga energi serta meningkatkan risiko inflasi global.
Sementara dari dalam negeri, tekanan datang dari kenaikan harga bahan bakar non-subsidi yang berpotensi menekan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah.
“Kekhawatiran ini diperparah oleh potensi kenaikan lanjutan jika harga minyak dunia terus meningkat,” tulis Pilarmas dalam risetnya, dikutip dari Beritasatu, Kamis, 23 April 2026.
Meski IHSG melemah, namun sejumlah saham justru mencatat penguatan signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA).
Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah Tipis di 7.621, Sektor Transportasi Justru Melonjak
Beberapa saham yang mencatatkan penguatan di antaranya saham PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) yang melonjak 34,43 persen menjadi Rp246, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 25 persen menjadi Rp800, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) menguat 24,88 persen menjadi Rp1.330, serta PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) naik 24,53 persen menjadi Rp264.
Sebaliknya, delapan saham tercatat mengalami penurunan tajam hingga menyentuh batas auto reject bawah(ARB).
Adapun saham-saham yang mengalami penurunan di antaranya PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) turun 14,96 persen ke Rp199, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) melemah 14,79 persen ke Rp242, dan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) turun 14,65 persen ke Rp268.
Selain itu, saham lainnya yang mencatatkan penurunan yakni saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) turun 14,62 persen ke Rp444, PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) melemah 14,65 persen ke Rp234, PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) turun 14,59 persen ke Rp158, PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) terkoreksi 14,29 persen ke Rp96, serta PT Pikko Land Development Tbk (RODA) melemah 14,13 persen menjadi Rp79.
Editor : Erina Faiha