Cilegon, Bantentv.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Cilegon mendesak Pemerintah Kota Cilegon untuk segera melakukan evaluasi dan kajian ulang terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Desakan ini disampaikan karena tata wilayah yang terjadi saat ini dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kondisi Kota Cilegon terkini, khususnya setelah terjadinya bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah dalam waktu belum lama ini.
permohonan evaluasi RTRW tersebut disampaikan secara tegas oleh DPRD Kota Cilegon sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
DPRD menilai, banjir yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca, melainkan juga dipicu oleh berbagai persoalan tata ruang yang belum tertangani secara menyeluruh.
Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon, Ahmad Hafid, mengatakan bahwa evaluasi dan kajian ulang RTRW menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.
Baca Juga: Tanggulangi Banjir, Pemkot Cilegon Melakukan Program Penanaman Sejuta Pohon
Ia menilai, banjir yang terjadi di Cilegon merupakan akumulasi dari berbagai faktor, mulai dari curah hujan tinggi hingga persoalan alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
“Ini bukan sekedar rencana, tapi harus segera dilakukan perubahan, seperti memperbesar kali, mengembalikan kawasan hijau, serta membenahi irigasi. Hal ini wajib dilakukan dan tidak boleh diabaikan,” ungkap Hafid.
Lebih lanjut Hafid menyampaikan bahwa kondisi banjir di Kota Cilegon saat ini sudah menyamai kota-kota besar lain di Indonesia.
Menurutnya, pesatnya pertumbuhan industri, aktivitas penggalian tambang, serta rendahnya kesadaran masyarakat turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir.
DPRD Kota Cilegon menegaskan bahwa langkah evaluasi RTRW harus diikuti dengan tindakan nyata dari Pemerintah Kota Cilegon.
Pembenahan sistem irigasi, pengendalian alih fungsi lahan, serta pemulihan kawasan hijau dinilai menjadi bagian penting dari upaya pencegahan bencana di masa mendatang.
“Ini sebetulnya sinyal agar masyarakat Cilegon ini sadar akan hadirnya banjir,” sambugnya.
Editor Siti Anisatusshalihah