Cilegon, Bantentv.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cilegon meminta Pemerintah Kota Cilegon untuk segera mengambil langkah serius terkait aktivitas pertambangan yang dinilai berkontribusi terhadap banjir dan kerusakan ekologi lingkungan.
Pengaduan tersebut ditujukan kepada Wali Kota Cilegon agar segera menghadap Gubernur Banten guna melakukan evaluasi terhadap kajian yang dinilai belum menyeluruh dan komprehensif.
DPRD menilai, banjir yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, melainkan berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan akibat aktivitas manusia.
Oleh karena itu, Wali Kota Cilegon diminta segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten agar dilakukan evaluasi atas kebijakan dan perizinan yang berkaitan dengan pertambangan di wilayah sekitar.
Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, menyampaikan bahwa pelaporan kepada pemerintah provinsi diperlukan untuk mengkaji ulang keberadaan pertambangan yang disebut menjadi salah satu pemicu banjir struktural serta kerusakan ekologi lingkungan, khususnya di Kecamatan Ciwandan.

Ia menilai, kondisi tersebut harus dilihat secara objektif dan mendalam agar solusi yang diambil tidak bersifat sementara.
Keberadaan tambang, menurut DPRD, telah mengakibatkan hilangnya pepohonan serta perbukitan yang sebelumnya berfungsi sebagai penahan dan kawasan resapan udara.
Akibatnya, hujan air yang turun tidak lagi terserap secara optimal, melainkan langsung mengalir ke wilayah pemukiman warga dan memicu banjir.
Situasi ini dinilai sebagai dampak nyata dari perubahan tata ruang dan fungsi lahan yang tidak terkendali.
Baca Juga: Perusahaan Tambang Langgar Aturan, Siap-Siap Kena Sanksi Berat!
“Yuk sama-sama kita menghadap ke pemerintah provinsi untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh, karena kan ini kewenangan ada di tingkat provinsi sehingga nanti yang lokasinya berada dekat wilayah Cilegon, bisa segera teratasi,” ujar Rizki Khairul.
Lebih lanjut, DPRD menekankan bahwa upaya evaluasi ini perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak terkait, agar hasil kajian benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
Diketahui, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Cilegon tidak hanya disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh aktivitas pertambangan yang berada di kawasan sekitarnya.
Editor Siti Anisatusshalihah