Serang, Bantentv.com – Perekonomian Provinsi Banten menunjukkan tanda kebangkitan kuat setelah pandemi. Sepanjang tahun 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 5,37 persen, menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Momentum penguatan perekonomian semakin terasa pada triwulan IV 2025, saat pertumbuhan melonjak hingga 5,64 persen.
Angka ini mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang kembali bergerak, terutama di akhir tahun.
Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Hady Sutjipto, menilai pencapaian tersebut sebagai sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini merupakan pertumbuhan tertinggi selama pasca pandemi,” kata Hady, Kamis 5 Februari 2026.
Baca Juga: Realisasi Investasi Provinsi Banten Triwulan I Capai 25,7 Triliun
Ia menjelaskan, tren pertumbuhan ekonomi Banten sepanjang tahun 2025 relatif konsisten.
Meski sempat melambat pada triwulan III, perekonomian kembali menguat di triwulan IV dan memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian tahunan.
“Kalau dilihat dari triwulan I sampai IV, semuanya masih menunjukkan tren positif. Triwulan IV menjadi penopang utama pertumbuhan tahunan,” ujarnya.
Penguatan perekonomian pada akhir tahun 2025 tidak lepas dari meningkatnya belanja pemerintah, optimalisasi produksi dunia usaha, serta tingginya mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru. Kondisi ini ikut menggerakkan sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi lainnya.
Dari sisi investasi, aliran modal juga menjadi pendorong penting. Sepanjang tahun 2025, investasi di Banten tumbuh 108,95 persen atau mencapai Rp130,2 triliun, didorong oleh Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
“Investasi dan sektor konstruksi mempunyai peran besar, terutama melalui pembangunan jalan tol, stasiun, dan kawasan industri,” jelas Hady.
Ia menilai, pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada angka pertumbuhan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Akses Pendidikan Dinilai Perkuat Kualitas SDM Banten
Salah satunya melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang membuka akses wilayah pedesaan di Lebak dan Pandeglang.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang lebih baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, meningkatkan nilai tambah, serta mendorong pendapatan petani dan mengurangi kemiskinan.
“Mudah-mudahan distribusi hasil panen semakin lancar dan pendapatan petani ikut meningkat,” ujarnya.
Baca Juga: BPS Katat Pertumbuhan Ekonomi Banten Meningkat, Capai 5,37 Persen
Selain infrastruktur, Hady juga menyoroti dampak program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta.
Program ini dinilai membuka peluang pendidikan lebih luas bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
Editor AF Setiawan