Bantentv.com – Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol tak hanya menyajikan duel dua kekuatan sepak bola dunia. Menjelang laga puncak tersebut, perhatian publik juga teringat pada kisah lama yang melibatkan Messi dan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
Foto yang menampilkan Messi sedang memandikan Yamal saat masih berusia tiga bulan kembali ramai diperbincangkan.
Hampir dua dekade setelah diaabadikan, potret tersebut kini memiliki makna baru karena keduanya akan saling berhadapan untuk memperebutkan trofi juara dunia.
Berawal dari Kegiatan Amal Barcelona
Dilaporkan dari FIFA, Momen tersebut bermula pada tahun 2006 ketika surat kabar Catalan, SPORT, bersama Yayasan Barcelona menggelar pemotretan untuk kalender amal yang bertujuan menggalang dana bagi UNICEF. Para pemain Barcelona dijadwalkan berfoto bersama anak-anak yang mengikuti program sosial.
Keluarga Yamal, yang saat itu tergabung dalam program komunitas UNICEF di kawasan Rocafonda, Mataro, mendapat kesempatan mengikuti sesi pengambilan gambar setelah memenangkan undian.
Dari sejumlah pemain Barcelona yang tersedia, takdir mempertemukan bayi Lamine Yamal dengan Messi, yang saat itu masih berusia 19 tahun.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Half-Time Show, Jeda Laga Diperkirakan Bakal Lebih dari 15 Menit
Yamal lahir pada 13 Juli 2007. Tiga setengah bulan kemudian, tepatnya 31 Oktober 2007, ibunya, Sheila, digendongnya menuju ruang ganti tim tamu di Camp Nou untuk menjalani sesi pemotretan yang berlangsung sekitar 30 menit.
Selama bertahun-tahun diketahui, foto-foto tersebut hampir tidak pernah dipublikasikan. itu baru kembali muncul pada tahun 2024 setelah ayah Yamal, Mounir, mengunggahnya ke media Sosial Potret, beberapa hari sebelum transmisi membawa Spanyol menjadi juara UEFA EURO 2024.
Sejak saat itu, foto Messi bersama bayi Yamal menjadi viral di berbagai belahan dunia. Banyak orang bahkan sempat mengira gambar tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan karena kisah di baliknya dinilai begitu sulit dipercaya.
Fotografer Sebut Momen Itu Sebuah Keajaiban
Fotografer Joan Monfort yang mengabadikan momen tersebut mengaku tidak pernah membayangkan foto itu akan memiliki arti besar hampir 20 tahun kemudian.
“Itu bukan kebetulan, melainkan sebuah keajaiban,” ujar Joan Monfort kepada FIFA.
Sementara itu, Oriol Canals yang saat itu bekerja di departemen pemasaran SPORT mengenang padatnya proses pembuatan kalender amal tersebut.
“Edisi pertama benar-benar gila. Setelah semua izin akhirnya keluar, kami hanya punya empat hari untuk melakukan pengambilan gambar. Kami nyaris tidak tidur. Kami bekerja dengan kecepatan luar biasa dan memotret para pemain bersama anak-anak dari keluarga maupun teman-teman kami. Setelah kalender pertama itu, kami memutuskan bahwa foto-fotonya harus lebih inklusif dan lebih mencerminkan keberagaman masyarakat Catalan,” kenangnya.
Canals mengaku tak membayangkan bayi yang pernah berfoto dengan Messi itu kini tumbuh menjadi salah satu talenta terbaik dunia.
“Luar biasa. Ini adalah salah satu hadiah yang diberikan kehidupan. Rasanya seperti Michael Jordan memandikan LeBron James. Benar-benar sulit dipercaya, sungguh gila. Awalnya banyak orang mengira foto itu hasil kecerdasan buatan. Kisah ini benar-benar di luar nalar. Sebuah cerita yang indah dan luar biasa,” ujarnya.
Monfort juga memiliki kesan serupa terhadap foto tersebut.
“Foto itu terpatri dalam jiwa saya. Saat itu merupakan sebuah keajaiban, dan 20 tahun kemudian tetap terasa sebagai keajaiban. Rasanya seperti menuliskan sejarah sebelum sejarah itu benar-benar terjadi. Tidak seorang pun dapat membayangkan semuanya akan berakhir seperti ini,” kata Monfort.
Kini, kisah yang dahulu hanya menjadi bagian dari kegiatan amal berubah menjadi cerita unik yang mengiringi final Piala Dunia 2026
Messi dan Lamine Yamal akhirnya ditemukan di lapangan sebagai lawan, menjadikan foto lama tersebut semakin dikenang sebagai salah satu momen paling ikonik dalam dunia sepak bola.
Editor Siti Anisatusshalihah