Pandeglang, Bantentv.com – Sebuah video yang menampilkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui diwadahi dalam kantong plastik tanpa sayangnya tiba-tiba viral di media sosial. Menanggapi kegaduhan tersebut, Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, memberikan penjelasan untuk menjelaskan kronologi kejadian.
Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, menegaskan bahwa proses pengolahan hingga pengemasan makanan di dapur SPPG telah sepenuhnya mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
“Dari dapur kami sudah memenuhi standar. Kami menggunakan food tray atau ompreng yang telah disanitasi dengan baik. Begitu makanan sampai di lokasi, langsung kami distribusikan kepada ibu-ibu kader,” jelas Dimas saat memberikan keterangan, Kamis, 15 Januari 2026.
Persoalan muncul ketika makanan tersebut berada di tangan kader posyandu untuk dibagikan kepada penerima manfaat. Dimas mengaku terkejut mengetahui menu bergizi itu baru saja dipindahkan ke dalam kantong plastik tanpa sayang.
“Setelah didistribusikan ke ibu kader, ternyata sampai ke penerima manfaat sudah dibungkus plastik. Itu dilakukan secara spontan tanpa sepengetahuan saya sebagai Kepala SPPG,” tambahnya.
Baca Juga: Indonesia Peringkat Ketiga Penghasil Sampah Plastik di Dunia
Hingga kini, pihak SPPG masih mendalami motif dibalik tindakan tersebut. Berdasarkan definisi awal, oknum kader mengakui pemindahan makanan ke plastik dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan sebelumnya.
Menu yang telah disusun dengan komposisi gizi seimbang itu pun menjadi tampak tidak layak saji karena tercampur dalam satu plastik. Adapun menu yang disiapkan saat itu terdiri dari lontong, ayam goreng, saus kacang, dan buah lengkeng.
“Sangat membuat menu itu dicampur ke dalam kantong plastik. Padahal kami sudah menyiapkan sesuai standar kesehatan,” ujar Dimas.
Atas kejadian ini, SPPG Karyasari menyampaikan permohonan maaf masyarakat kepada dan berjanji akan memperketat pengawasan agar proses distribusi tetap sesuai SOP hingga makanan benar-benar diterima warga dalam kondisi layak.
“Mudah-mudah agar kejadian serupa di masa depan tidak terulang. Kami akan memastikan distribusi berjalan sesuai prosedur sampai titik akhir,” tutupnya.
Editor : Erina Faiha