Indralaya, rakyatpembaruan.com-
Kantor Humas dan Protokoler (KHP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar kegiatan Coffee Morning bertajuk “Satu Narasi, Banyak Warna: Menyelaraskan Strategi Digital Kampus” di kawasan Jogging Track Kampus UNSRI Indralaya, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun produktif tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum diskusi bagi insan humas Universitas Sriwijaya yang terdiri atas perwakilan humas universitas dan humas fakultas. Melalui kegiatan ini, KHP berupaya memperkuat koordinasi, kolaborasi, serta menyamakan persepsi dalam membangun komunikasi publik dan strategi publikasi digital di lingkungan UNSRI.
Hadir dalam kegiatan Coffee Morning Kepala Kantor Humas dan Protokoler UNSRI, Dr. Nurly Meilinda, MIKom., Kepala Divisi Humas Krisna Murti, SIKom., MA, Kepala Divisi Protokoler Andi Rosadi, SE, M.Si., serta Kepala Divisi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Arief Alkahfi, ST sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Humas dan Protokoler UNSRI, Dr. Nurly Meilinda, menegaskan bahwa di era digital setiap unit kerja memiliki peran dalam membangun citra positif universitas melalui penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan terintegrasi.
“Kita ingin menunjukkan bahwa meskipun setiap fakultas memiliki karakteristik dan keunggulannya masing-masing, seluruh komunikasi yang disampaikan tetap berada dalam satu semangat dan identitas Universitas Sriwijaya. Kolaborasi antarhumas menjadi kunci agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat lebih kuat, konsisten, dan memberikan dampak positif bagi reputasi institusi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Divisi Humas Krisna Murti menekankan pentingnya penguatan strategi komunikasi digital yang terintegrasi antara universitas dan fakultas. Ia menjelaskan bahwa publikasi tidak hanya terfokus pada jumlah berita, tetapi juga kualitas narasi, kekuatan konten, serta kemampuan mengangkat berbagai prestasi, inovasi, dan aktivitas akademik yang memberikan nilai bagi citra Universitas Sriwijaya.
Selain itu, ia juga membahas sejumlah langkah strategi yang akan dilakukan, di antaranya penyelarasan penulisan berita dan pengelolaan media sosial, pengumpulan dokumentasi kegiatan di tingkat fakultas maupun universitas, pembentukan komunitas humas melalui WhatsApp sebagai media koordinasi yang lebih efektif, hingga penyusunan sistem kuras berita agar publikasi universitas lebih terarah dan berkualitas. Menurutnya, insan humas di setiap fakultas diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan KHP dalam menghasilkan konten dan berita yang relevan dari masing-masing unit.
Sementara itu, Kepala Divisi PPID Arief Alkahfi menegaskan bahwa PPID memiliki peran sebagai garda terdepan dalam pelayanan informasi publik. Ia mengajak seluruh fakultas untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi melalui pembaruan website dan memperkuat fungsi PPID di masing-masing fakultas.
Ia juga mengusulkan agar setiap fakultas menyediakan ruang layanan PPID sebagai bentuk peningkatan pelayanan informasi publik. Selain itu, KHP akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) guna meningkatkan kapasitas pengelola PPID di lingkungan Universitas Sriwijaya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Protokol Andi Rosadi menegaskan harus adanya sinergi antar protokol universitas dan fakultas agar kegiatan pimpinan pelayanan bisa berjalan dengan baik.
Pada sesi diskusi, peserta membahas berbagai tantangan pengelolaan media digital, optimalisasi media sosial, harmonisasi publikasi antara humas universitas dan fakultas, hingga pengelolaan informasi publik melalui PPID. Selain itu, aspek protokol dalam mendukung kegiatan pimpinan universitas serta menjadi bagian dari pembahasan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan acara resmi.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan pengalaman yang disampaikan oleh perwakilan humas fakultas diantaranya mengungkapkan bahwa keterbatasan personel menyebabkan humas transmisi menjalankan seluruh tugas. Selain mendukung pembentukan Insan Humas, juga menganjurkan agar KHP menyelenggarakan pelatihan penulisan berita dan menentukan persyaratan yang jelas bagi siswa yang akan bergabung menjadi Insan Humas.
Menutup kegiatan, Dr. Nurly Meilinda merangkum sejumlah tindak lanjut hasil diskusi. Pertama, KHP akan mengawali penyelarasan aturan agar pembagian tugas dan struktur kehumasan di fakultas menjadi lebih jelas. Kedua, persoalan ganda pekerjaan yang dialami banyak pengelola humas akan diatasi melalui terbentuknya Insan Humas. Ketiga, KHP akan menginisiasi kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam mendukung publikasi universitas. Keempat, KHP akan segera menyelenggarakan bimbingan teknis guna menyamakan persepsi mengenai fungsi humas, PPID, dan protokoler. Kelima, KHP mengajak seluruh fakultas untuk mendukung penyediaan layanan PPID sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan informasi publik.
(adi/rp)(Ara_Humas)
