Serang, Bantentv.com – Aksi Unjuk Rasa Yang MDALAR OLEH SEJUMLAH MAHASISWA DI DEPAN GEDUNG DPRD PROVINSI BANTEN RICUH, Terjadi Aksi Saling Dorong Antara Massa Aksi Dan Aparat Kepolisian.
Dikalaahui aksi unjuk rasa itu kolar bertepatan gargan sidang rapatna paripurna istimewa Hari ulang tahun (gubuk) ke-25 Banten, Pada Sabtu, 4 Oktober 2025.
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Serang, Dadang Suzana Melontarkan Kritik Tujam Terhadap Ketimpangan Pendapatatan, Antara Rakyat Delangan Para Pejabat di Provinsi Banten.
“Setelah Banten Memisahkan Diri Pada Tahun 2000, Bicara Soal Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan, Stunting Pengangguran Dan Lain-Lain, Hari ini Belum terisasikan,” Ujarang Dadang.
BACA JUGA: Ricuh Saat Tarik Mobil, Kolektor Utang Dan Polisi Terlibat Adu Mulut
Selain Itu, Mereka Juta Menilai Selama 25 Tahun Berdiri, Kebijakan Pembangunan di Banten Masih Belum Menyentuh Pemerataan Kesejahteraan.
“Adanya yang digaris bawahi oleh GMNI, ini bagaimana ketimpangan pendapatan antara rakyat dan pejabat ketika kita bedah gaji eselon I bisa mengantongi Rp75 juta ditambah Rp15 juta, sementara eselon II mendapatkan Rp55 juta ditambah Rp15 Juta.
Pembangunan Hanya Berfokus Pada Infrastruktur Fisik, Namun Tidak Menyelesaikan Masalah Pengangguran, Kemiskinan, Dan Pendidikan. Banten Bahkan Masuk 4 Besar Provinsi Delangat Tingkat Pengangguran Tertinggi di Indonesia.
Editor: Erina FaiHa