Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup turun dan melemah, kali ini IHSG berada 124,08 poin atau minus 1,85 persen di level 6.599,24 pada Senin perdagangan, 18 Mei 2026.
Pada hari ini, IHSG dibuka ke 6.628,98 dan sempat menyentuh level tertinggi di 6.631,28 dan level terendah 6.398,79.
Volume transaksi di IHSG juga tercatat mencapai 32,02 miliar, dengan nilai transaksi sebesar Rp20,71 triliun dan frekuensi yang mencapai 2,54 juta kali.
Hal ini mempengaruhi IHSG pada penutupan kali ini, dengan hanya 125 saham yang menguat, sedangkan mayoritas saham lainnya sebanyak 616 saham terkoreksi, dan 79 saham stagnan.
Selain itu, pelemahan juga terjadi pada pergerakan bursa global dan sebagian besar bursa Asia yang terkoreksi. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang berada di level Rp17.681 per US$ juga turut membebani pergerakan IHSG.
Dengan menurunnya IHSG, seluruh indeks sektor terpantau melemah, dipimpin oleh sektor transportasi 6,2 persen dan sektor barang baku 5,17 persen.
Adapun pelemahan melanda sektor perindustrian 3,24 persen, sektor infrastruktur 2,98 persen, sektor energi 2,37 persen, sektor properti 2,22 persen, sektor teknologi 2,21 persen, sektor barang konsumen non primer 1,81 persen, sektor keuangan 1,79 persen, sektor konsumen barang primer 1,58 persen dan sektor kesehatan 1,24 persen.
Sementara pada saham di kawasan Asia terpantau dominan bergerak di zona merah.
Tercatat, indeks Hang Seng Composite di Hong Kong menguat 1,11 persen, indeks Shanghai Composite di China minus 0,09 persen, dan indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,97 persen. Di sisi lain indeks Straits Times di Singapura menguat 0,13 persen.
Meski begitu, di sisi lain, mayoritas bursa saham Eropa terpantau bergerak menguat. Tercatat indeks DAX di Jerman menguat 0,18 persen dan indeks FTSE 100 di Inggris ditambah 0,14 persen.
Baca Juga: Usai Pengumuman MSCI, IHSG Ditutup Anjlok 1,98 Persen ke 6.723
Sementara itu, terpantau bursa Amerika kompak merah. Indeks S&P;500 juga melemah 1,24 persen, indeks NASDAQ Composite minus 01,54 persen, dan indeks Dow Jones turun 1,07 persen.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, fokus pasar pekan ini masih akan dimulai pada implementasi rebalancing atau penyesuaian indeks dan bobot saham Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Volatilitas diperkirakan tetap tinggi, terutama pada sesi penutupan lelang yang biasanya menjadi titik utama penyesuaian portofolio dana pasif global,” katanya dalam siaran pers pada Senin, 18 Mei 2026.
Meski hari ini IHSG melemah, namun sebanyak 5 saham memberikan cuan paling besar dengan kenaikan harga 12 persen hingga 31 persen.
Saham-saham tersebut antara lain PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) yang melesat 31,33 persen menjadi Rp109, PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) melejit 18,28 persen menjadi Rp3.430, dan PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) melonjak 16,87 persen menjadi Rp 97.
Kemudian, saham PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) meningkat 12,96 persen menjadi Rp183 dan PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) terangkat 12,32 persen menjadi Rp155.
Editor Siti Anisatusshalihah