Bantentv.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di zona merah dalam rentang 6.945-7.1104 dan ditutup melemah 5,39 poin atau 0,076 persen ke level 7.091,67 pada perdagangan hari ini, Senin, 30 Maret 2026.
Sebanyak 272 saham yang diperdagangkan mengalami penguatan, 403 saham melemah, dan sebanyak 149 saham stagnan.
Sementara total nilai perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini mencapai Rp14,94 triliun. Mencatatkan volume perdagangan sebesar 25,12 miliar saham dengan frekuensi 1,66 juta kali transaksi.
bukan hanya sebagian besar saham yang melemah pada hari ini, tetapi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga melemah pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot exchange ditutup melemah 22 poin atau 0,13 persen ke level Rp17.002 per dolar AS.
Pelemahan saham hari ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yakni di dalam negeri, pemerintah tengah merancang skema efisiensi anggaran hingga WFH sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN dan ekonomi domestik.
Dari beberapa faktor tersebut, pemerintah tengah mengidentifikasi sebanyak tiga sektor yang rentan terdampak, yaitu stabilitas energi, rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
“Beberapa langkah untuk menekan impor migas adalah dengan penghematan energi dan penguatan mandat Biodiesel 50 persen (B50),”.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi ke 8.370 di Akhir Pekan, Pasar Dibayangi Tekanan Sektor Industri
Rencana kebijakan pemerintah ini adalah sebagai upaya untuk tidak menaikkan harga subsidi BBM yang akan berdampak luas terhadap inflasi serta opsi agar tidak terjadi pelebaran defisit APBN.
Namun demikian, untuk BBM non subsidi diperkirakan berpotensi mengalami kenaikan pada saat penyesuaian harga bahan bakar bulanan yang akan diumumkan pada 1 April 2026 mendatang.
Dari sektor saham, mayoritas sektor saham menghijau di tengah IHSG yang melemah tipis. Di antaranya sektor saham energi yang meningkat 2,18 persen, dan mencatatkan kenaikan terbesar. Disusul dengan sektor saham teknologi yang menanjak 1,42 persen, sektor saham transportasi menguat 1,41 persen.
Selain itu, sektor saham konsumen siklikal menanjak 1,29 persen, sektor saham industri melonjak 0,83 persen, dan sektor saham kesehatan naik 0,14 persen.
Sementara itu, sektor saham keuangan terpangkas 1,17 persen, dan mencatatkan koreksi terbesar. Adapun sektor saham basic turun 0,80 persen, sektor saham properti terpangkas 0,46 persen dan sektor saham infrastruktur turun 0,34 persen.
Berikut saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham GSMF melonjak 34,44 persen
- Saham NZIA melonjak 34,02 persen
- Saham RGBS melonjak 29,41 persen
- Saham AGII melonjak 17,65 persen
- Saham YPAS melonjak 16,54 persen
Sementara saham-saham yang masuk top Losers antara lain: - Saham PTSN turun 14,81 persen
- Saham FMII turun 14,49 persen
- Saham FITT merosot 14,38 persen
- Saham BBLD turun 10,34 persen
- Saham ZINC merosot 10 persen
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain: - Saham BBCA bernilai Rp1,6 triliun
- Saham BBRI bernilai Rp1,1 triliun
- Saham BUMI senilai Rp725,4 miliar
- Saham BMRI senilai Rp521,7 miliar
- Saham AADI senilai Rp463,7 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain: - Saham BBCA tercatat 72.603 kali
- Saham BUMI tercatat 65.163 kali
- Saham BBRI tercatat 64.810 kali
- Saham OILS tercatat 32.786 kali
- Saham ENRG tercatat 31.133 kali
Editor : Erina Faiha