Bantentv.com – Di tengah merebaknya isu bahwa dirinya akan mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa ia tidak pernah memiliki niat untuk melepaskan jabatannya.
Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah menghadiri Rapat Koordinasi Ketua PWNU se-Indonesia yang berlangsung di Hotel Navator, Surabaya, pada Sabtu malam, 22 November, dilansir dari CNN Indonesia.
“Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur,” ujar Gus Yahya, Minggu dini hari.
Ia menekankan bahwa amanah yang dimilikinya sebagai Ketua Umum PBNU bersifat sah, karena diperoleh melalui pemilihan langsung para pengurus dalam Muktamar ke-34 di Bandar Lampung pada tahun 2021.
Gus Yahya menyatakan bahwa dirinya terikat untuk menjalankan amanah tersebut hingga masa khidmat berakhir pada tahun 2026.
“Karena saya mendapat amanat dari Muktamar ini untuk lima tahun. Ya, pada Muktamar ke-34 yang lalu saya mendapat amanat lima tahun. Karena akan saya jalani selama 5 tahun. Insyaallah saya sanggup,” ucapnya.
Baca Juga: PBNU Geram, Siap Tempuh Jalur Hukum Atas Tayangan Trans7 yang Dianggap Hina Dunia Pesantren
Informasi mengenai pemakzulan Ketua Umum PBNU ini terungkap setelah beredarnya dokumen Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU bertanggal 20 November 2025, yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.
Meski demikian, Gus Yahya menilai Majelis Syuriyah tidak mempunyai kewenangan untuk memberhentikan anggota pengurus yang menduduki jabatan struktural dalam organisasi.
Meski berada dalam situasi yang tidak mudah, Gus Yahya tetap menyampaikan bahwa dirinya memilih untuk mengutamakan penyelesaian yang baik.
Ia menyatakan telah membangun komunikasi dengan pihak Syuriyah untuk mencari solusi bersama demi kepentingan organisasi.
“Saya sudah menjalin komunikasi dengan jajaran Syuriyah. Saya berharap rekonsiliasi internal dapat segera diwujudkan bersama para kiai sepuh dan jajaran struktur terkait,” katanya.
Editor Siti Anisatusshalihah