Cilegon, Bantentv.com – Arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni diperkirakan mencapai puncaknya pada waktu-waktu tertentu dalam sehari. Pemudik yang tidak cermat memilih jam keberangkatan berpotensi terjebak antrean panjang.
Berdasarkan pola pergerakan saat arus mudik dan evaluasi Kementerian Perhubungan, kepadatan kendaraan umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, terutama setelah pukul 16.00 hingga mendekati tengah malam.
Lonjakan ini dipicu oleh pergerakan pemudik yang memilih perjalanan setelah beristirahat di siang hari.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencegah penghentian tersebut, termasuk memperluas penerapan sistem tiba–bongkar–berangkat (TBB).
“Jika terjadi peningkatan kendaraan, skema harus langsung diaktifkan agar antrean tidak menumpuk,” ujarnya.
Selain faktor waktu, kepadatan juga sering terjadi di titik-titik tertentu, seperti akses masuk pelabuhan, rest area, hingga jalur penyangga.
Aktivitas di sekitar area komersial, seperti pusat oleh-oleh di jalur menuju pelabuhan, juga berpotensi memperlambat arus kendaraan.
Untuk mengurangi risiko terjebak macet, pemudik disarankan memilih waktu perjalanan di luar jam padat, seperti dini hari hingga pagi hari.
Pada rentang waktu tersebut, volume kendaraan relatif lebih terkendali sehingga proses masuk pelabuhan bisa lebih cepat.
Pemerintah juga menerapkan sistem penundaan melalui zona penyangga di Pulau Sumatera untuk mengatur ritme kendaraan sebelum masuk ke pelabuhan.
Selain itu, pemudik diwajibkan membeli tiket lebih awal melalui Ferizy dengan sistem satu NIK untuk satu tiket guna menjaga persetujuan antrean.
Meski berbagai strategi telah disiapkan, pemudik tetap diminta disiplin mengikuti arahan petugas dan mempersiapkan perjalanan dengan matang.
Keamanan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama selama arus balik berlangsung.