Bantentv.com – Yoghurt kerap menjadi pilihan masyarakat yang ingin menjalani pola hidup sehat. Minuman olahan susu ini dikenal mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan serta protein yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, tidak semua yoghurt memiliki kandungan gizi yang sama.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar membiasakan diri membaca label nutrisi sebelum membeli yoghurt.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut penting untuk menghindari konsumsi gula berlebih yang dapat meningkatkan risiko diabetes.
Tidak Semua Yoghurt Sama Sehatnya
Budi menjelaskan bahwa banyak orang menganggap seluruh produk yoghurt pasti menyehatkan. Padahal, manfaat yang diperoleh sangat bergantung pada jenis yoghurt yang dipilih.
Biasanya, masyarakat membeli yoghurt karena ingin mendapatkan manfaat probiotik dan kandungan protein. Namun, yang sering terjadi justru memilih varian dengan berbagai rasa yang memiliki tambahan pemanis.
Baca Juga: Sering Makan Mayonaise? Menkes Budi: Satu Sendok Setara Satu Gorengan
Menurut Budi, yoghurt dengan aneka rasa umumnya mengandung tambahan gula dalam jumlah yang cukup tinggi, yakni sekitar 10 hingga 25 gram gula per botol. Kandungan tersebut berasal dari sukrosa atau pemanis tambahan.
Sebaliknya, yoghurt plain memiliki kandungan gula yang jauh lebih rendah, sekitar 4 gram. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa informasi nilai gizi dan komposisi sebelum memutuskan membeli suatu produk.
Pilih Polos atau Yunani
Budi merekomendasikan masyarakat memilih yoghurt plain atau greek apabila ingin memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal.
Kedua jenis tersebut umumnya memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, tetap mengandung probiotik, serta kadar gula yang jauh lebih rendah dibandingkan yoghurt dengan tambahan rasa.
Budi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan varian rasa karena belum tentu lebih sehat. Ia pun mengingatkan agar jangan sampai menganggap yoghurt selalu menyehatkan, tetapi justru berujung pada peningkatan kadar gula darah akibat tingginya kandungan gula tambahan dalam produk yang dikonsumsi.
Editor Siti Anisatusshalihah