Bantentv.com – Kampak salah satu penyakit yang terbilang berbahaya. Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular yang disebabkan oleh virus rubeola (paramyxovirus), dan umumnya menyerang anak-anak hingga bisa berakibat fatal.
Kasusnya kini di Indonesia tengah meningkat. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dilansir dari akun Instagram resminya, menyatakan bahwa di bulan Februari 2026 tercatat sebanyak 8.810 kasus suspek dan terdapat 12 KLB atau kejadian luar biasa di sejumlah wilayah.
Bahayanya satu orang terjangkit campak bisa menularkan kepada 18 orang lainnya. Penyakit ini tidak hanya menular melalui percikan ludah, tapi juga menyebar melalui udara dari orang yang tertular saat batuk, bersentuhan, bersentuhan dengan benda yang terkontaminasi.
Baca Juga: ratusan Kasus Campak Tiap Bulan, Dinkes Tangerang Minta Anak Bergejala Tak Masuk Sekolah
Kenali gejala penyakit campak sedini mungkin. Masa inkubasi dari paparan hingga sakit rata-rata adalah 10 hari. Gejala yang sering muncul, diantaranya:
- Demam tinggi (umumnya hari ke-15 setelah paparan)
- Ruam merah makulapopular (muncul hari ke-18)
- Mata merah (konjungtivis)
- Gatal-gatal kadang disertai diare
- Batuk dan pilek
Siapa yang paling berisiko? Anak yang paling berisiko adalah anak yang belum lengkap imunisasi campak rubella (MR) dan status gizinya kurang baik.
Penyakit campak ini juga bisa jadi berat seperti:
- Sesak napas akibat radang paru (pneumonia)
- Kejang akibat radang otak (Ensefalitis)
- Kerusakan otak progresif seperti panensefalitis sklerosis subakut
- Bahkan hingga bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat
Dengan kasus campak yang kembali diketahui, pemerintah Republik Indonesia terus melakukan upaya dan respons cepat. Untuk mengendalikan penyebaran, Kementerian Kesehatan RI melakukan berbagai upaya, antara lain:
- Penguatan bertahan
Pemantauan ketat dan penyelidikan epidemiologi 1×24 jam sejak kasus ditemukan.
- Skrining pintu masuk negara
Periksa suhu dan gejala bagi pelaku perjalanan.
- Perluasan Imunisasi
Penguatan imunisasi rutin dan imunisasi kejar (Catch-up) MR serta pemberian imunisasi tambahan prioritas pada balita di daerah KLB.
- Tatalaksana medis
Isolasi, pengobatan, dan pemberian Vitamin A pada pasien.
Untuk terhindar dari penyakit campak, tentu banyak hal yang harus kita lakukan. Masyarakat sangat berperan dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit campak. Ayo lindungi anak kita sekarang juga, melalui beberapa cara, antara lain:
- Cek status imunisasi, pastikan anak mendapat imunisasi MR lengkap (usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD).
- Berpartisipasi aktif jika ada pelaksanaan imunisasi tambahan di iwlayah masing-masing.
- Segera ke faskes jika anak demam disertai ruam merah, segera bawa ke RS/Puskesmas terdekat.
- Terapkan PHBS, selalu pakai masker saat sakit, terapkan etika batuk dan rajin cuci tangan pakai sabun.
Campak bukan sekedar ruam dan demam biasa. Penyakit ini menular bisa sangat cepat dan berisiko menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak. Ingat, perlu kewaspadaan dari kita semua, jangan tunggu sampai sakit.
Jika mengalami demam disertai ruam merah, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dan penanganan lebih cepat, risiko komplikasi tidak dapat dicegah. Mari saling peduli, karena kesehatan anak adalah tanggung jawab kita bersama.
Editor Lilik HN