Bantentv.com – Setelah ramai diperbincangkan rumor miring terkait pemecatan pengasuhnya, Jennifer Coppen akhirnya angkat suara melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya.
Dalam video berdurasi 7 menit itu, Jennifer menjelaskan secara gamblang latar belakang pemecatan terjadi.
Setelah kepulangannya dari Arab Saudi untuk mendukung Justin Hubner yang bertanding, Jennifer langsung membuat video klarifikasi. Video itu untuk menyiarkan berita miring tentang hal tersebut.
Jennifer pun menunjukkan bukti-bukti komunikasi sebagai pendukung pernyataannya.
Latar Belakang dan Pemicu Rumor
Jennifer menjelaskan rumor bermula ketika mantan pengasuhnya yang bernama Nia memberi “like” pada komentar TikTok. Komentar itu menyindir bahwa jika bekerja dengan Jennifer tidak nyaman setelah Jennifer menjalin hubungan dengan Justin.
Baca Juga: Inul Daratista Terpukul atas Kepergian Titiek Puspa
Rumor tersebut kemudian berkembang secara pembohong di kalangan netizen, hingga menimbulkan persepsi negatif terhadap Jennifer. Karena hal itu, Jennifer memutuskan untuk mengungkap dan menyebarkan kabar yang menurutnya tidak benar.
Jennifer juga menegaskan bahwa keputusan pemecatan bukanlah karena alasan pribadi, kehamilan, atau adanya hubungan baru. Keputusan tersebut murni atas dasar profesionalisme dan kinerja yang dianggap tidak memadai.
“Video ini murni hanya untuk mengoreksi alasan dia tidak bekerja lagi dan menjelaskan semua yang terjadi”, ungkap jenifer dalam unggahan video TikTok nya.
Dalam lebih jelasnya, Jennifer beberapa memaparkan poin utama sebagai alasan pemecatan:
- Kelalaian dalam tugas pengasuhan
Jennifer mengungkap bahwa Nia sering memainkan ponsel saat jam kerja, sehingga perhatian terhadap Kamari berkurang. Beberapa keluhan spesifik mencakup mengganti popok tanpa dibersihkan (dicuci). Selain itu, gigi Kamari tidak disikat dengan rutin, dan pilihan baju yang itu-itu saja padahal Jennifer sudah membelikan banyak pakaian.

“Dia selalu main HP, dia ga merawat Kamari dengan benar, kadang-kadang Kamari digantiin memanjakan ga dicebokin,” jelas Jennifer. “Kadang-kadang Kamari ga disikatin sama, Kamari pake baju selalu itu-itu mulu. Padahal aku selalu belanjain Kamari baju banyak banget, dan masih banyak lainnya guys,” lanjut Jennifer dalam spesifikasinya.
Pelanggaran privasi keluarga
Jennifer menyebut bahwa mantan pengasuhnya sering memposting foto dan video Kamari di media sosial tanpa izin. Bahkan mantan pengasuhnya membuat akun khusus yang berisi konten anaknya.
“Dari awal kita kerja papa Dali selalu komplain karena dia selalu posting Kamari, pekerjaannya ga bener, aku udah sering tegur”, jelas Jennifer.
Lebih dari itu, saat Jennifer berkumpul dengan teman-temannya, sang mantan pengasuh kerap merekam secara diam-diam. Kejadian ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi teman Jennifer.
Jennifer juga menyatakan bahwa ia telah memberi peringatan agar Nia berhenti mengirimkan foto dan video, tetapi instruksi itu tidak diindahkan.
Pelanggaran aturan penggunaan ponsel
Jennifer menegaskan bahwa sejak awal bekerja, aturannya sudah jelas. Penggunaan ponsel hanya di luar jam kerja atau saat Kamari bersama orang lain atau tidur. Namun, sang pengasuh menganggap mengabaikan aturan tersebut.


“Dia main hp selama bekerja sampai kadang-kadang Kamari jatoh atau apa, saya gatau sih jatohnya apa mungkin karena kelalaian atau bagaimana” Kata Jennifer.


“Aku selalu bilang sama dia kalo misalkan mau main Hp harus di luar jam kerja. Kalau Kamari lagi tidur, Kamari lagi main sama neneknya, atau Kamari lagi saya bawa main. Kamu mau main Hp terserah atau kamu mau ngapain terserah”, lanjut Jennifer.
Rekaman CCTV disebut menjadi alat pemantauan di rumah untuk melihat aktivitas pengasuhnya saat Jennifer tidak berada di rumah.
Bukti Chat dan Maaf Permintaan
Dalam video klarifikasinya, Jennifer memajang tangkapan layar percakapan antara dirinya dan sang mantan pengasuhnya sebagai bahan bukti. Dalam chat tersebut, Nia terlihat memohon agar tidak dipecat dan meminta kesempatan untuk memperbaiki diri.
Jennifer menyatakan bahwa sebelumnya dia setuju tidak mengungkap terlalu banyak alasan. Ini agar nama baik pengasuh tetap terjaga. Namun, ketidakjelasan justru menimbulkan rumor yang lebih merugikan.


Jennifer menegaskan bahwa keputusan pemecatan adalah murni atas permintaan dirinya sendiri. Keputusan ini sebagai atasannya, bukan keputusan bersama atau perubahan status pengunduran diri secara sukarela.
Dalam caption unggahan videonya, Jennifer meminta maaf karena harus menyampaikan klarifikasi ke publik. Namun, ia merasa tidak bisa tinggal diam melihat dirinya dikritik tanpa penjelasan yang jelas. Jennifer juga menyatakan bahwa hal ini tidak dimaksudkan untuk menyerang sang mantan pengasuhnya, melainkan demi kebenaran.
Artikel ini ditulis oleh Bintang Sandi Putripeserta program magang di Bantentv.com. Konten telah melalui proses penyuntingan oleh tim redaksi.
Editor : Erina Faiha