Serang, Bantentv.com — Keluarga almarhum Sajim mengungkap adanya tanda-tanda tidak biasa di makam almarhum sekitar satu pekan sebelum peristiwa pembongkaran makam yang terjadi di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Menurut keterangan Nurdin, anak ketujuh dari sepuluh bersaudara almarhum Sajim, kejanggalan tersebut pertama kali diketahui oleh sepupunya. Saat itu, terlihat garis berbentuk persegi di sekeliling makam almarhum. Selain itu, di area makam juga ditemukan sebuah ember dan karung.
Nurdin menduga garis tersebut dibuat menggunakan alat tertentu yang hingga kini belum diketahui jenisnya. Namun, pada saat itu pihak keluarga tidak menaruh kualitas dan mengira tanda-tanda tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembersihan makam.
“Kami tidak curiga karena mengira makam hanya akan dibersihkan,” ujar Nurdin.
Baca Juga: Ahli Waris Tuntut Ganti Rugi Lahan yang Sudah Dibangun Jalan oleh Pemkot Tangerang
Ia mengaku sangat terpukul setelah mengetahui dan melihat langsung kondisi makam ayahnya yang telah terbongkar, dengan jasad almarhum tidak lagi berada di dalamnya. Informasi tersebut pertama kali diterimanya dari Ketua RT setempat pada Minggu, 18 Januari 2026.
Semasa hidup, almarhum Sajim dikenal sebagai warga biasa yang berprofesi sebagai petani, sekaligus penggembala kerbau dan bebek petelur. Almarhum bukan tokoh masyarakat dan tidak dikenal memiliki kelebihan khusus. Meski begitu, berdasarkan penuturan warga setempat, tanaman yang ditanam di kebun kerap tumbuh subur dan hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun dijual.
Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dan tidak diselesaikan.
“Kami berharap persoalan ini dapat ditutup dan diikhlaskan demi ketenangan keluarga,” kata Nurdin.
Saat ini, makam almarhum Sajim telah kembali ditutup. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penanganan terkait dugaan pembongkaran makam tersebut.
Editor : Erina Faiha