Bantentv.com – Setiap tahun, momentum Lebaran selalu identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi. Fenomena ini bukan tanpa alasan, karena ada perputaran uang yang sangat besar dalam waktu singkat.
Saat Idulfitri, jutaan masyarakat melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Aktivitas ini mendorong pengeluaran di berbagai sektor, mulai dari transportasi, makanan, hingga kebutuhan rumah tangga.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyebut kondisi ini sebagai efek pengganda atau efek pengganda.
“Setiap pengeluaran pemudik memberikan dampak berlapis bagi perekonomian, termasuk UMKM dan sektor jasa,” ujarnya.
Baca Juga: Panggil Menteri Sektor Ekonomi, Prabowo Bahas Kesepakatan Dengan Trump
Salah satu faktor utama adalah terjadinya pendistribusian uang dari kota besar ke daerah.
Ketika pemudik kampung pulang, mereka membawa uang dan membelanjakannya di daerah asal. Hal ini membuat perekonomian di daerah ikut bergerak.
Data menunjukkan konsumsi masyarakat saat Lebaran bisa meningkat hingga 15–20 persen dibandingkan hari biasa.
UMKM menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya, dengan peningkatan pendapatan hingga 50–70 persen.
Pemerintah juga berperan menjaga momentum ini melalui berbagai kebijakan, seperti diskon transportasi, bantuan sosial, hingga program mudik gratis.
Baca Juga: Jadwal Operasional Bank Setelah Lebaran 2026, Kapan Kembali Normal?
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga membuat pemudik bisa tinggal lebih lama di kampung halaman, sehingga perputaran uang semakin besar.
Meski ada tekanan global, memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Dengan berbagai kebijakan yang ada, perekonomian Lebaran tahun ini diprediksi lebih baik dari sebelumnya,” kata Haryo.
Editor AF Setiawan