Palembang, rakyatpembaruan.com-
Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan University of Queensland, Australia, kembali mempererat sinergi akademik dan penelitian melalui implementasi kolaborasi penelitian bertajuk “Respectful Maternity Care and Social-Cultural Dimensions in Indonesia”. Kegiatan ini mempertemukan para sejarawan dan pimpinan kedua institusi untuk membahas implementasi penelitian yang bertujuan meningkatkan kualitas dan sensitivitas budaya dalam pelayanan kesehatan ibu bersalin di Indonesia. Pertemuan yang dilaksanakan secara berani ini berlangsung pada Kamis (20/11/2025).
Agenda implementasi penelitian ini secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp-PD., K—R., M.Kes., Wakil Rektor Bidang Penelitian Pemberdayaan Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi dan Teknologi Informasi, dari Universitas Sriwijaya. Dalam Berbagainya, ia menekankan pentingnya perawatan ibu bersalin yang menghargai martabat (Respectful Maternity Care) sebagai jembatan antara praktik global terbaik dengan kearifan sosial-budaya Indonesia.
Sesi utama dilanjutkan dengan presentasi penelitian mendalam oleh Associate Professor Dr. Jenny Munro dari Universitas University of Queensland. Acara ini juga difasilitasi oleh Subdirektorat Internasionalisasi, Najmah, PhD, yang berperan penting dalam memastikan kelancaran diskusi dan koordinasi antarnegara dan tim pimpinan untuk penelitian di situs Palembang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-etnografi dengan periode 2025 hingga 2028, mendokumentasikan secara mendalam pengalaman wanita Indonesia dalam mengakses layanan ibu bersalin. Studi ini melibatkan total 140 wawancara naratif dengan ibu, pekerja kesehatan, pendamping, dan pembuat kebijakan. Dengan fokus pada konteks budaya yang beragam, penelitian ini dilaksanakan di empat lokasi utama: Palembang (Melayu/Islam), Pekalongan (Jawa/Islam), Manado, dan Nabire (Indonesia Timur/Kristen). Analisis perbandingan antar-wilayah ini sangat penting untuk mengungkap hambatan sosial-kultural dan ketidaksetaraan sistemik dalam pelayanan kesehatan ibu.
Riset kolaboratif yang didanai oleh Australian Research Council (ARC) melalui Discovery Project ini tidak hanya fokus pada dimensi medis, namun juga secara eksplisit mengeksplorasi konteks sosial dan budaya yang melingkupi pelayanan kehamilan dan persalinan, sejalan dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik.
Diskusi sesi implementasi penelitian berlangsung produktif, melibatkan kontribusi berharga dari sejumlah pakar UNSRI, yaitu Prof. M. Said (Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian UNSRI/LPPM), Prof Hamzah Hasyim (Sekretaris LPPM), dan Prof Filli Pratama (Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni) dan juga subkoordinator kerjasma luar negri Dr Shanti Dwita Lestari dan subkoordinator mengirimkan mahasiswa Internasional Abu Kosim, SE, MM, Ak. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Wakil Rektor III, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Unsri (LPPM), dan Direktur Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung penelitian yang berdampak global ini.
Kolaborasi antara UNSRI dan University of Queensland ini diharapkan dapat menghasilkan temuan yang signifikan untuk merumuskan solusi dan kebijakan yang lebih berdampak dalam meningkatkan hasil kesehatan ibu di Indonesia, memastikan setiap ibu mendapatkan pengalaman persalinan yang membawa dampak dan positif. Dukungan pendanaan dari ARC menggarisbawahi pentingnya penelitian bersama ini sebagai tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Sumatera Selatan dan Indonesia secara umum melalui pemahaman mendalam terhadap dimensi pelayanan sosial-kultural Kesehatan dan mendukung pelaksanaan SDGs 3 bidang Kesehatan dan kesejahteraan dan UNSRI menuju World Class University. (Rilis)