Serang, Bantentv.com – Kawasan Anyer–Cinangka di Kabupaten Serang mencatat peningkatan kunjungan yang cukup mencolok selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pengunjung yang datang ke kawasan tersebut mencapai 121.525 orang. Angka ini menunjukkan pertunjukan yang signifikan dibandingkan periode libur yang sama pada tahun sebelumnya, yang masih berada di bawah 50 ribu kunjungan.
Kondisi tersebut terlihat jelas dari aktivitas di lapangan. Arus kendaraan menuju kawasan pantai Anyer–Cinangka terpantau padat, terutama pada jam-jam tertentu.
Kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Anyer–Cinangka tidak terhindarkan karena tingginya minat masyarakat untuk berlibur.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih panjang, aparat kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau satu arah di sejumlah titik.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, mengizinkan diberlakukannya jumlah wisatawan pada libur akhir tahun ini.
“Yang saya amati kemarin sore cukup macet dan di beberapa pantai lumayan padat,” ujarnya, Jumat, 2 Januari 2026.
Anas menjelaskan, pengumpulan kunjungan sejak 25 hingga 31 Desember 2025 mencapai lebih dari 121 ribu orang, melampaui capaian tahun 2024.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Libur Lebaran di Kabupaten Serang Tembus 400 Ribu Orang
Menurutnya, tidak adanya pesta kembang api pada pergantian malam tahun tidak berpengaruh besar terhadap minat wisatawan untuk datang ke kawasan pantai tersebut.
“Walaupun tidak ada pesta kembang api tapi tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan. Kemudian okupansi hotel-hotel juga tinggi,” katanya.
Selain peningkatan jumlah pengunjung, sektor perhotelan di Anyer dan Cinangka turut merasakan dampak positif.
Tingkat keterisian hotel dilaporkan mencapai rata-rata 80 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 75 persen. Bahkan, beberapa hotel mencatat okupansi hingga 90 persen.
“Ada beberapa hotel yang okupansinya sampai 90 persen. Karena hujan jadi kebanyakan tamu-tamu juga lebih banyak memilih ke hotel dari pada bikin tenda di pantai,” jelas Anas.
Sementara itu, Ketua PHRI Kabupaten Serang, Yurlena Rachman, menyampaikan bahwa kedatangan wisatawan cenderung fluktuatif.
Pada pagi hari, jumlah tamu sempat menurun, namun kembali meningkat menjelang siang hingga sore.
“Untuk tadi pagi itu sempat sepi, tapi kembali melonjak pada sore hari karena ada tamu yang pesan dadakan. Kemungkinan besar tingginya di hari Sabtu dan Minggu pekan ini,” ujarnya.
Yurlena menambahkan, mayoritas pengunjung berasal dari wilayah Jabodetabek. Untuk menjaga kenyamanan dan memberikan hiburan, sejumlah hotel mengadakan berbagai acara khusus bagi para tamu.
“Tamu kebanyakan dari Jabodetabek (Jakarta, BOGOR, DEPOK, TANGERANG, dan BEKASI). Event digelar supaya pengunjung terhibur meski tidak ada pesta kembang api,” ucapnya.
Editor Siti Anisatusshalihah