Bantentv.com – Gorengan salah satu camilan yang selalu tersaji di meja saat akan berbuka puasa. Makanan satu ini jadi favorit masyarakat Indonesia. Selain karena mudah ditemui, rasanya yang asin menambah ketagihan para penikmatnya.
Makanan yang renyah ini memang nikmat disantap setelah menahan lapar selama 12-13 jam berpuasa seharian.
Makanan yang satu ini dengan beragam jenis menjadi incaran tersendiri dan selalu ditemukan di tempat jajanan mana pun.
Meski menjadi makanan favorit warga. Terlebih saat berbuka puasa, ternyata gorengan menyimpan kehati-hatian bagi penyantapnya. Dilaporkan dari berbagai sumber, gorengan memberikan dampak yang kurang baik bagi Kesehatan apalagi dikonsumsi secara rutin atau sering.
Baca Juga: Minum Air Kelapa Tiap Buka Puasa dan Sahur, Ini yang Terjadi pada Tubuhmu!
Dikutip dari media nasional, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa satu gorengan bisa mengandung 100-150 kalori. Biasanya seseorang akan mengonsumsi lebih dari satu gorengan, maka akan lebih banyak kalori yang bertambah di setiap individu yang menyantapnya.
“Ini kalau makan tiga antara 300-400 kalori. Wah untuk orang dengan berat badan 70 kg seperti saya itu tuh harus lari 5 km. Nah gara-gara makan hanya satu kayak gini, saya harus treadmill 15 menit,” ucap Menkes dalam video edukasi yang diunggah ke Instagram pribadinya.
Menkes menambahkan tidaklah mudah untuk membakar 300-400 kalori. Setidaknya harus berlari sejauh 5 km atau berjalan di atas treadmill selama 15 menit.
Lalu apa saja penyakit yang mengintai dampak dari sering makan gorengan? Berikut ulasannya:
- Obesitas
Makanan yang melalui proses penggorengan cenderung mengandung kalori dan lemak yang tinggi.
- Kanker
Makanan yang digoreng memiliki potensi menghasilkan zat alkrilamida. Sementara alkrilamida adalah senyawa zat beracun penyebab kanker yang terbentuk dalam makanan selama proses memasak suhu tinggi, seperti penggorengan. - Penyakit jantung
Gorengan juga mempunyai pengaruh yang besar pada risiko peningkatan tekanan darah, obesitas, dan penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Hal ini karena gorengan mempunyai kadar lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi sehingga bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung. - Diabetes tipe 2
Menurut studi oleh Shenzen University Health Science Center, mengonsumsi gorengan secara terus menerus berkaitan erat dengan risiko pengembangan diabetes tipe 2.
Nah sudah tahu kah apa dampak buruknya jika makan terus menerus gorengan tanpa melakukan detoks atau diimbangi makanan sehat lainnya. Maka dimulailah sejak saat ini dengan bijak mengonsumsi makanan apapun tanpa berlebihan. Pilih menu sehat terlebih setelah seharian menahan lapar dan dahaga saat berpuasa.
Editor Lilik HN