Bantentv.com – Musisi Baskara Putra kembali menghadirkan gebrakan baru di industri kreatif. Kali ini, Baskara mengumumkan bahwa album debut Hindia berjudul “Menari dengan Bayangan” akan diadaptasi menjadi film layar lebar.
Dalam proyek ini, Baskara tidak hanya sebagai pencipta musik, tetapi juga mengambil peran penting di balik layar. Baskara Putra didapuk sebagai produser eksekutif yang terlibat langsung dalam proses pengembangan film.
Dirilis pada tahun 2019, album “Menari dengan Bayangan” mencatatkan pencapaian lebih dari satu miliar stream. Karya ini juga dikenal luas melalui sejumlah lagu populer, salah satunya “Rumah ke Rumah”.
Melalui adaptasi ini, Baskara ingin menghadirkan medium baru dalam menyampaikan cerita yang sebelumnya hanya dinikmati dalam bentuk musik.
Dalam acara pengumuman yang digelar di Museum MACAN, AKR Tower, Jakarta, Kamis, 2 April 2026, Baskara memberikan gambaran awal terkait konsep film tersebut.
Baca Juga: Hindia Rilis Doves, ’25 di atas Kanvas Kosong: Ada Suara Ibu Sumarsih Inisiator Aksi Kamisan
Dilansir dari IDN Times, ia menegaskan bahwa film ini tidak akan mengangkat kisah hidup pribadinya. Sebaliknya, Baskara memilih untuk mengembangkan cerita orisinal yang terinspirasi dari tema dan emosi dalam album “Menari dengan Bayangan”.
Dengan pendekatan ini, Baskara menghadirkan interpretasi baru dari dunia yang dibangun melalui karya musiknya.
Meski detail cerita masih dirahasiakan, Baskara menyebut bahwa film ini akan mengangkat tema coming of age. Cerita akan fokus pada kehidupan remaja, khususnya anak-anak SMA, yang sarat dengan dinamika pencarian jati diri.
Baskara juga menyampaikan bahwa seluruh materi dalam album berpotensi digunakan sebagai soundtrack film, meskipun penggunaannya masih dalam tahap perencanaan.
Dalam proses produksinya, Baskara bekerja sama dengan sutradara Edwin di bawah rumah produksi Palari Films. Edwin sebelumnya dikenal melalui film “Posesif” (2017) dan “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (2021).
Sementara itu, naskah film dikembangkan oleh Winnie Benjamin dan Widya Arifianti. Kursi produser diisi oleh Meiske Taurisia bersama Muhammad Zaidy.
Adaptasi “Menari dengan Bayangan” menjadi film yang menandai langkah baru bagi Baskara dalam mengembangkannya melintasi medium.
Proyek ini tidak hanya memperluas jangkauan cerita, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi penikmat musik dan film.
Editor Siti Anisatusshalihah