Bantentv.com – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengapresiasi peran Mathla’ul Anwar dalam bidang pendidikan dan pelatihan karakter umat saat menghadiri Muktamar XXI Mathla’ul Anwar yang dirangkaikan dengan Musyawarah Nasional VI Muslimat Mathla’ul Anwar di Gedung Plaza Aspirasi, KP3B, Kota Serang, Sabtu 11 April 2026.
Kehadiran Menteri Agama dalam forum lima tahun tersebut menegaskan posisi Mathla’ul Anwar sebagai organisasi Islam yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia dan menjaga nilai-nilai keislaman moderat di Indonesia.
Dalam berbagai hal, Nasaruddin Umar menilai Mathla’ul Anwar memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Muktamar Mathla’ul Anwar Buka Pendaftaran Calon Ketua Umum PBMA
“Mathla’ul Anwar memiliki kontribusi besar dalam bidang pendidikan dan pelatihan karakter umat. Organisasi ini juga berperan penting dalam menjaga moderasi beragama dan persatuan bangsa,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia juga mengajak seluruh kader Mathla’ul Anwar untuk terus berkontribusi dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan bangsa di tengah tantangan zaman.
“Mari kita terus memperkuat kebersamaan dan menjaga kerukunan antarumat beragama demi Indonesia yang damai dan maju,” tambahnya.
Selain Menteri Agama, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief, Anggota DPR RI Jazuli Juwaeni, Gubernur Banten Andra Soni, serta Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief menyampaikan bahwa Muktamar XXI menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan merumuskan arah kebijakan ke depan.
Baca Juga: Jelang Muktamar XXI, GEMA MA Banten Ziarah ke Makam Pendiri Mathla’ul Anwar
“Muktamar ini menjadi momentum untuk memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat,” kata Embay.
Muktamar XXI Mathla’ul Anwar di Banten tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain menjadi ajang pemilihan ketua umum, forum ini juga diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi dalam menghadapi tantangan masa depan.