Banten tv .com – Jika sudah memasuki musim durian seperti saat ini pastinya selalu punya cerita tersendiri bagi pecinta durian. Aroma khas yang tajam, daging buah yang lembut, dan rasa manis legit membuat buah berjuluk “raja buah” ini selalu dinanti oleh para penikmatnya di setiap tahunnya.
Di beberapa daerah di Indonesia, saat musim durian bukan hanya soal bagaimana menikmati buah segar, tetapi juga menjadi momen untuk menghadirkan berbagai makanan tradisional yang kaya akan cita rasa. Adapun salah satu olahan durian yang paling terkenal adalah sambal tempoyak.
Tempoyak merupakan makanan fermentasi durian yang sudah dikenal sejak lama di wilayah Sumatera, seperti Palembang, Jambi, Lampung, hingga Bengkulu.
Baca Juga: Resep Roti Jala Kuah Durian, Lembut dan Legitnya Menggoda Lidah
Selain membnuat olahan durian menjadi dodol , pada jaman dulu, masyarakat sumatera juga memanfaatkan durian yang melimpah saat musim panen agar tidak cepat rusak.
Daging durian dicampur sedikit garam lalu disimpan beberapa hari hingga mengalami proses fermentasi alami. Dari situlah lahir tempoyak dengan rasa unik yakni perpaduan asam, gurih, dan aroma durian yang khas.
Di tangan masyarakat Melayu Sumatera, tempoyak kemudian diolah menjadi berbagai masakan, salah satunya udang sambal tempoyak.
Hidangan ini terkenal memiliki rasa yang kuat, pedas segar, sekaligus menggugah selera. Perpaduan gurihnya udang dengan asam legit tempoyak membuat siapa saja sulit berhenti makan, apalagi disantap bersama nasi hangat.
Cara Membuat Tempoyak Sederhana
Bahan:
- 500 gram daging durian matang
- 1 sendok teh garam
Cara membuat:
- Pisahkan daging durian dari bijinya.
- Masukkan ke dalam wadah bersih atau kaca atas.
- Tambahkan garam lalu aduk rata.
- Tutup rapat dan simpan pada suhu ruang selama 3–5 hari.
- Setelah muncul aroma asam khas fermentasi, tempoyak siap digunakan.
- Semakin lama disimpan, rasa tempoyak akan semakin asam dan kuat aromanya.
Resep Udang Sambal Tempoyak
Bahan:
- 500 gram udang ukuran sedang
- 5 sendok makan tempoyak
- 10 cabai merah keriting
- 5 cabai rawit merah
- 6 bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun jeruk
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
- Udara secukupnya
- Minyak untuk menumis
Cara Membuat:
- Bersihkan udang, buang kepala jika suka, lalu cuci bersih.
- Haluskan cabai, bawang merah, dan bawang putih.
- Tumis bumbu halus hingga harum.
- Masukkan serai dan daun jeruk agar aroma masakan semakin wangi.
- Tambahkan tempoyak lalu aduk perlahan.
- Tuang sedikit air agar sambal jangan terlalu kental.
- Masukkan udang, masak hingga berubah warna dan matang.
- Tambahkan garam serta sedikit gula untuk menyeimbangkan rasa.
- Masak hingga bumbu meresap dan sambal sedikit mengental.
- Udang sambal tempoyak paling nikmat disantap hangat bersama nasi putih, lalapan, dan ikan goreng sederhana.
Tips Membuat Udang Sambal Tempoyak Lebih Lezat
- Gunakan durian matang alami agar rasa tempoyak lebih legit.
- Jangan terlalu banyak garam saat fermentasi supaya rasa asam tetap seimbang.
- Pilih udang segar agar rasa manis alaminya keluar saat dimasak.
- Jika suka rasa lebih pedas, tambahkan cabai rawit hijau agar aroma sambalnya lebih segar.
- Masak udang jangan terlalu lama supaya teksturnya tetap lembut dan tidak banyak.
Udang sambal tempoyak bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner nusantara yang lahir dari kreativitas masyarakat memanfaatkan hasil alam.
Dari musim durian yang berlimpah, terciptalah hidangan sederhana dengan rasa yang begitu berkesan di lidah.
Editor Siti Anisatusshalihah