Lebak, Bantentv.com – Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan Kabupaten Lebak harus mampu menjadi daerah penopang ketahanan pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya golden melon milik Kelompok Tani Margawana Mulya di Kecamatan Cileles, Kamis 13 Mei 2026.
Dalam kegiatan itu, Hasbi mendorong para petani di Kabupaten Lebak untuk terus memperkuat sektor hortikultura yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang terus berkembang.
Menurutnya, pemanfaatan komoditas melon menjadi salah satu peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Baca Juga: Pangdam III/Siliwangi Gelar Panen Raya hingga Bakti Sosial
Panen raya golden melon di Kecamatan Cileles diperkirakan menghasilkan sekitar 30 ton melon premium secara bertahap selama satu bulan penuh.
Keberhasilan budidaya melon tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pertanian modern di Kabupaten Lebak mulai berkembang dan mampu menembus pasar ritel modern.
Selain menghadiri panen melon, Hasbi juga menegaskan pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Lebak karena berkaitan langsung dengan distribusi hasil masyarakat pertanian.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian berkelanjutan agar tidak terus mengalami alih fungsi.
Hasbi Jayabaya mengatakan, keberadaan petani melon di Kabupaten Lebak secara tidak langsung turut memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Sebagai pemerintah daerah, kami sangat bersyukur. Dalam mimpi besar mewujudkan ketahanan pangan nasional, Lebak bisa ikut berkontribusi dengan melimpahnya melon, pangan, maupun komoditas lainnya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, budidaya melon emas di lahan terbuka atau open field bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, tanaman melon emas umumnya dibudidayakan di rumah kaca atau rumah kaca dengan biaya produksi yang relatif besar.
Saat ini, luas tanaman melon golden mencapai enam hektar dari total keseluruhan lahan seluas 11 hektar.
“Alhamdulillah berhasil. Kami sebagai pemerintah daerah bersyukur melalui KADIN Banten, KADIN RI, Pak Agus R. Wisas, dan Kelompok Tani Margawana Mulya, berhasil menanam melon dengan sistem open field seperti ini,” ujarnya.
Pembina Kelompok Tani Margawana Mulya, Agus R Wisas, berharap keberhasilan budidaya melon tersebut dapat menjadi contoh bagi petani lainnya di Kabupaten Lebak.
”Saya berharap gak hanya saya yang bisa melakukan panen melon ini, tapi saya ikut senang jika ada petani lain yang mengikuti, maka saya juga memiliki semangat baru,” ungkap Agus.
Sementara itu, Ketua KADIN Banten Amal Jayabaya menyebut panen raya golden melon tersebut bukan sekedar seremoni pertanian, namun menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Lebak siap menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Provinsi Banten.
“Kita menyambut programnya Bapak Presiden terkait ketahanan pangan. Tujuannya agar petani bisa terangkat, bukan hanya mampu menanam, tetapi pendapatannya juga meningkat,” kata Amal.
Ia menambahkan, pihaknya siap mendukung pemasaran hasil pertanian masyarakat, termasuk menjadi offtaker untuk menyerap hasil produksi petani lokal agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Editor Siti Anisatusshalihah