Pandeglang, Bantentv.com – Sebanyak 40 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Banten mengikuti Pelatihan Perwasitan Tingkat Dasar Tingkat Nasional yang digelar Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Banten.
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Oktober 2025, dan menghadirkan pemateri dari Pengurus Besar (PB) PASI.
Ketua PASI Banten, Adde Rosi Khoerunnisa yang akrab disapa Acie ini, menyebut pelatihan ini merupakan bagian dari agenda strategis untuk memperkuat sumber daya manusia di bidang perwasitan atletik.
“Sebagai Ketua PASI Banten, saya berupaya berkolaborasi dengan Kemenpora, mitra kami di Komisi X DPR RI, agar pelatihan ini bisa terlaksana. Pelatihan wasit bukan hal instan; lima hari saja masih kurang, idealnya dua hingga tiga minggu,” ujar Adde Rosi.
Menurutnya, wasit memiliki peran penting dalam ekosistem pertandingan. Kualitas dan profesionalitas wasit menjadi syarat utama bagi lahirnya atlet berprestasi di Provinsi Banten.
“Kami bersyukur pemerintah pusat memberikan perhatian besar terhadap pengembangan wasit, khususnya untuk cabang atletik di Banten,” tambahnya kepada Bantentv.com.
Meski begitu, Acie mengakui jumlah wasit bersertifikat di Banten masih jauh dari ideal.
“Seharusnya peserta lebih dari 40 orang. Namun langkah awal dari visi kami meningkatkan kualitas SDM atlet, pelatih, dan wasit di Banten,” ungkapnya.
Ke depan, Acie berharap PASI Banten dapat terus menyelenggarakan pelatihan serupa, tidak hanya untuk wasit tetapi juga pelatih dan atlet.
Ia juga menilai potensi cabang olahraga atletik di Banten sangat besar dan perlunya dukungan program berkelanjutan dari Kemenpora.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan Pak Erick Thohir, Kemenpora dapat terus mendukung pelatihan seperti ini. SDM yang kompeten tidak hanya bermanfaat di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian Pengprov PASI Banten, Iyos Rosandi, menjelaskan bahwa pelatihan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 di Tangerang Selatan.
“Kita membutuhkan banyak wasit bersertifikat. Untuk satu ajang Porprov saja, bisa memerlukan sekitar 200 orang wasit. Oleh karena itu, pelatihan dasar ini sangat penting,” terang Iyos saat ditemui di PKPRI, Jumat, 24 Oktober 2025.
Selain meningkatkan kompetensi, pelatihan ini juga bertujuan memperbarui pengetahuan wasit agar sesuai dengan perkembangan teknologi di dunia atletik.
Iyos berharap dengan bertambahnya jumlah wasit, kompetisi di Banten akan semakin aktif dan berdampak positif pada motivasi atlet.
“Kalau kompetisi sering digelar, para atlet juga akan semakin bergairah meraih prestasi,” tutupnya.
Editor AF Setiawan