Serang, Bantentv.com – Penyebab banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Kasemen, Kota Serang akhirnya terungkap. Hal tersebut diketahui setelah petugas melakukan pembersihan di lokasi penyeberangan Kali Kroya.
Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Serang–Cilegon Provinsi Banten Cecep Hendrawan mengatakan petugas menemukan dua lubang gorong-gorong yang tertutup rapat.
“Satu lubang penuh sampah, sementara satu lagi tersumbat ban-ban bekas,” ujar Cecep.
Baca Juga: Jalan Lopang–Banten Lama Akan Diubah Jadi Jembatan untuk Atasi Banjir Kasemen
Kondisi tersebut membuat aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar. Akibatnya, udara meluap ke organisasi warga saat curah hujan tinggi.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah berencana membangun jembatan di lokasi tersebut agar aliran air tidak lagi terhambat oleh gorong-gorong.
Baca Juga: Banjir di Banten Meluas, 573 Rumah di Kota Serang Terendam, 1.905 Warga Terdampak
Sementara itu, Camat Kasemen Sugiri menyebut terdapat sedikitnya lima titik banjir utama di wilayahnya. Titik-titik tersebut yaitu Kroya, Sukadiri, Cikendung, Batu Amben, dan Manggerong.
Menurutnya, banjir sempat merendam sekitar 500 rumah warga dengan ketinggian udara mencapai sekitar satu meter.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Serang menyiapkan langkah-langkah strategi untuk mengatasi banjir. Banjir ini kerap melanda wilayah Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mengubah ruas Jalan Raya Lopang–Banten Lama di kawasan Kroya, Kelurahan Kasunyatan menjadi jembatan. Hal ini dilakukan guna memperlancar aliran udara. Selama ini aliran udara terhenti di bawah jalan gorong-gorong.
Editor AF Setiawan