Bantentv.com – Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu komedian seniornya. Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal dengan nama Temon meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026.
Selama berkarier, Temon dikenal sebagai sosok yang telah lama mewarnai industri hiburan Tanah Air.
Namanya semakin populer saat membentuk duet komedi bersama Abdel Achrian atau Cing Abdel dalam berbagai program hiburan.
Temon, yang juga dikenal dengan nama Temon Templar, lahir pada tanggal 28 Desember 1966. Di balik kariernya sebagai komedian, ia memiliki latar belakang pendidikan yang cukup mentereng.
Baca Juga: Komedian Temon Tutup Usia, Ini Kronologi hingga Pesan Terakhir untuk Anak
Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan. Berkat prestasi akademiknya, Temon berhasil diterima di Universitas Indonesia melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).
Di Universitas Indonesia, ia mengambil studi di Fakultas Psikologi hingga meraih gelar sarjana. Setelah lulus, Temon sempat bekerja di bidang sumber daya manusia (HRD) dan menjalani praktik di rumah sakit jiwa sebelum akhirnya menekuni dunia hiburan.
Karier di Dunia Hiburan
Perjalanan karier Temon di industri hiburan dimulai pada tahun 1992 ketika menjadi Penyiar Radio SK (Suara Kejayaan). Dari tempat inilah ia bertemu dengan Abdel Achrian. Keduanya kemudian menjalin persahabatan sekaligus membentuk duet komedi yang dikenal luas oleh masyarakat.
Popularitas Temon semakin meningkat setelah membintangi sitkom “Abdel Temon: Bukan Superstar”, yang menjadi salah satu program komedi favorit pada masanya.
Selain dikenal sebagai komedian, Temon juga aktif di dunia seni peran. Ia membintangi sejumlah sinetron, di antaranya “Jawara”, “Preman Sholeh”, dan “Menolak Talak”.
Kariernya juga merambah layar lebar dengan membintangi berbagai film, seperti “Operation Wedding”, “Epen Cupen The Movie”, “Comic 8: Casino Kings Part 1”, serta “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1”.
Melalui kiprahnya di bidang penyiaran, Temon meninggalkan jejak panjang di industri hiburan Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai komedian yang mampu menghibur masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa latar belakang akademik tidak membatasi seseorang untuk berkarya di dunia seni.
Editor Siti Anisatusshalihah