Cilegon, Bantentv.com – Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon terus mendorong keterlibatan dunia pendidikan dalam pengelolaan sampah melalui Program Kolase atau Kolaborasi Kelola Sampah Ekonomi Sekular Sekolah yang telah berjalan sejak 2023.
Program ini dinilai memberikan dampak nyata, tidak hanya terhadap pengurangan timbunan sampah, tetapi juga dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.
Dari pelaksanaan tahap awal tersebut, sampah yang dikumpulkan dari empat sekolah mencapai puluhan ribu kilogram dan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan.
DLH Kota Cilegon mengklaim keberhasilan Program Kolase tahap satu setelah mencatat total pengumpulan sampah sebanyak 21.982 kilogram.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudi, menyampaikan capaian tersebut sebagai bentuk keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah dan sekolah.
“Empat sekolah ini dari tahun 2023 sampai saat ini sudah mengumpulkan 21.982 kilo sampah, dan uang yang dihasilkan sebesar Rp37.436.875,” ujar Sabri.
Baca Juga: DLH Kota Serang Beberkan Penataan TPAS Cilowong dan Upaya Redam Bau Sampah
Menurut Sabri, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengenal konsep pemilahan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Program Kolase menyasar siswa sekolah agar sejak dini memahami bahwa sampah dapat dikelola dengan benar sebelum dibuang.
Secara konsep, program ini menempatkan siswa sebagai aktor utama dalam proses pemilahan sampah, sehingga nilai pendidikan dan praktik berjalan beriringan. Keberhasilan tahap pertama mendorong DLH Kota Cilegon untuk memperluas cakupan program dengan menggandeng pihak swasta.
“Karena keberhasilan ini, kami bekerja sama dengan Chandra Asri untuk membuka Batch kedua,” sambungnya.
Pada tahap kedua, program tersebut direncanakan akan diikuti oleh 16 sekolah. DLH Kota Cilegon menargetkan pada tahun 2026, sebanyak 150 sekolah dari total 200 sekolah yang ada di Kota Cilegon dapat terlibat.
Melalui program ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami nilai ekonomi sampah, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, terlebih Kota Cilegon sempat dilanda musikbah banjir dalam beberapa waktu terakhir.
Editor Siti Anisatusshalihah