Tangerang, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui dukungan terhadap program unggulan pertanian berbasis rumah kaca di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa.
Program yang dijalankan di lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara optimal dan kini diarahkan ke lokasi agrowisata sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Salah satu komoditas yang menjadi daya tarik utama dalam pengembangan ini adalah melon, yang dibudidayakan secara intensif oleh kelompok petani setempat.
Baca Juga: Program Ketahanan Pangan Desa Padasuka, Budidaya Ayam Petelur dan Jagung Jadi Andalan
Lahan kosong seluas sekitar empat hingga enam hektar di wilayah tersebut ditetapkan sebagai pilot project agrowisata dan ketahanan pangan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pada 13 November 2024.
Seiring berjalannya waktu, kawasan itu mulai menunjukkan perubahan signifikan, baik dari sisi tampilan maupun aktivitas ekonomi warga.
Kawasan pertanian tersebut disulap menjadi lebih tertata dengan pembangunan rumah kaca modern. Selain komoditas utama, berbagai tanaman lain seperti jagung, cabai, ketimun, dan aneka sayuran juga tumbuh dengan baik.
Namun, keberadaan melon jenis golden sweet honey menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung yang datang bersama keluarga untuk melihat langsung proses tanam, memetik hasil, hingga verifikasi panen di lokasi.

Melihat potensi ekonomi yang dihasilkan, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid meresmikan fasilitas rumah kaca tersebut.
Ia menilai lokasi ini dapat menjadi contoh nyata ketahanan pangan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok pertanian sebagai sumber pendapatan berkelanjutan.
“Manfaatnya sangat besar bagi kelompok tani. Mereka sudah bisa cocok bercocok tanam, memanen, dan memasarkan hasilnya. Ini juga menjadi ladang pendapatan sekaligus tempat wisata edukasi ketahanan pangan bagi masyarakat,” ujar Maesyal.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program kolaboratif ini akan dijadikan contoh contoh untuk diterapkan di desa lain. Setiap desa mendorong pengelolaan lahan sekitar dua hektar sesuai potensi wilayahnya, dengan dukungan pemetaan, bantuan bibit, pupuk, serta pendampingan dari Dinas Pertanian.
Sementara itu, Kepala Desa Sodong, Dony Bambang Priyangga, menjelaskan bahwa sebanyak 560 pohon melon ditanam menggunakan polybag di dalam rumah kaca dengan perawatan khusus.
Masa tanam dan panen dibagi dalam dua tahap agar hasil lebih optimal. Dalam sekali panen, kelompok tani mampu menghasilkan ratusan buah dengan berbagai ukuran.
Hasil panen melon tersebut dipasarkan secara berani dan memikat dengan harga Rp25 ribu per kilogram. Pemerintah desa berharap program BUMDes ini terus berkembang untuk memajukan perekonomian sekaligus agrowisata Desa Sodong.
Editor Siti Anisatusshalihah