Bantentv.com – Demi memaksimalkan pelayanan pada puncak pelaksanaan ibadah haji, Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan skema baru dalam penyelenggaraan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Dalam skema ini, petugas haji yang sudah pernah menunaikan ibadah haji akan langsung ditempatkan di Mina. Mereka tidak lagi bertugas di Arafah.
Kebijakan tersebut bertujuan agar petugas yang berpengalaman dapat lebih efektif menyambut serta mengatur pergerakan jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah, hingga ke Mina.
Hal itu disampaikan Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 2025, Harun Al Rasyid. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan layanan di kawasan Armuzna, khususnya Mina yang menjadi titik krusial pergerakan jamaah.
“Rencana tahun ini, petugas baik dari unsur perlindungan jemaah (linjam) maupun layanan lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita tempatkan dari pemondokan di Makkah menuju Mina,” ujar Harun.
Baca Juga: Evakuasi Jamaah Haji dari Muzdalifah Terlambat, Ini Respon Kemenag
Penempatan tersebut dilakukan bersamaan dengan pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah. Karena itu, petugas sudah lebih dulu bersiaga di Mina. Mereka dapat menyambut dan memadukan arus jemaah saat bergerak dari Arafah ke Muzdalifah hingga Mina.
Harun menilai, strategi ini akan membuat pemantauan dan bantuan kepada jemaah menjadi lebih efektif.
“Sehingga pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas PPIH bisa maksimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan jemaah,” jelasnya.
Pada pelaksanaan haji tahun ini, petugas PPIH akan mengisi 10 pos layanan di Mina serta 10 pos di jalur pergerakan jemaah. Selain itu, petugas linjam dan petugas lainnya juga akan disiagakan pada Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat. Khususnya, di lantai atas dan lantai tiga yang terdiri dari lima pos.
“Jarak antara tenda Mina dengan pos di Jamarat cukup jauh. Karena itu, petugas sudah kita tempatkan langsung di lokasi agar saat jemaah tiba, petugas sudah siap. Dengan demikian, tenaga mereka tidak terkuras,” tambah Harun.
Baca Juga: Jemaah Haji Bergerak ke Mina: Momentum Penting Menuju Lontar Jumrah
Ia menegaskan, pada malam pertama pergerakan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina hingga Jamarat, potensi kepadatan dan kelelahan sangat tinggi. Sehingga memungkinkan jamaah membutuhkan pertolongan cepat.
“Di situlah kami menilai akan lebih efektif jika petugas yang sudah berhaji ditempatkan langsung di pos-pos tersebut,” ujarnya.
Kebijakan ini, lanjut Harun, merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya. Meski pelaksanaan haji dinilai sudah berjalan baik, Kementerian Haji dan Umroh terus melakukan penyempurnaan.
“Yang kemarin dirasa belum efektif, tahun ini kita efektifkan lagi, baik dari segi penempatan maupun penguatan personel di lapangan,” tutupnya.
Editor : Erina Faiha