Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 52,37 poin atau 0,68 persen ke level 7.623,59 pada penutupan perdagangan Rabu 15 April 2026.
Meski indeks melemah, namun sejumlah saham justru tercatat mengalami kenaikan signifikan. Beberapa di antaranya bahkan mencetak harga hingga kisaran 29 persen hingga 34 persen dalam sehari.
Adapun total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berhasil dibukukan mencapai Rp22,5 triliun. Aktivitas pasar juga menunjukkan sebanyak 411 saham menguat, 297 saham melemah, dan 251 saham tidak bergerak atau stagnan. Selain itu, volume perdagangan tercatat sebesar 48,5 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 3,12 juta kali.
Dari sisi sektoral, sejumlah indeks masih mencatatkan penguatan. Sektor transportasi berhasil memimpin pada perdagangan hari ini dengan 3,45 persen. Disusul dengan sektor perindustrian sebesar 1,54 persen, teknologi 0,57 persen, barang konsumen nonprimer 0,3 persen serta properti 0,21 persen.
Di sisi lain, beberapa sektor justru mengalami tekanan cukup hingga terperosok ke zona merah. Sedangkan sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,81 persen, diikuti infrastruktur sebesar 1,33 persen, barang konsumen primer 1 persen, keuangan 0,64 persen, barang baku 0,44 persen, serta energi 0,27 persen.
Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham berhasil mencetak kenaikan tertinggi. Di antaranya PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang memimpin penguatan dengan tambahan 34,8 persen ke level Rp116.
Diusulkan PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) yang naik 34,5 persen menjadi Rp74, serta PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang menguat 34,3 persen menjadi Rp90.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat ke 7.675, Hampir Seluruh Sektor Saham Berada di Zona Hijau
Selain itu, PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) mencatat kenaikan 34,13 persen menjadi Rp224, sementara PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) melesat 29,17 persen menjadi Rp93.
Sementara itu, ada sejumlah saham yang mengalami koreksi tajam. Sedangkan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang harus mengalami penurunan sebesar 14,7 persen ke Rp2.610. Diikuti PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melemah 14,67 persen menjadi Rp960, dan PT Sejahtera Raya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang terkoreksi 13,82 persen menjadi Rp13.100.
Selanjutnya, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) turun 13,16 persen menjadi Rp132, serta PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) turun 12,36 persen menjadi Rp7.800.
Pergerakan IHSG hari ini juga mencerminkan dinamika pasar yang masih mempengaruhi sentimen global dan domestik.
Meski indeks terkoreksi, namun peluang cuan tetap terbuka pada saham-saham tertentu yang mampu mencatatkan kinerja positif di tengah volatilitas pasar.
Dikutip dari Beritasatu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut perdagangan emiten hari ini karena adanya pergerakan pasar saham regional yang cenderung positif sehingga turut mempengaruhi meningkatnya optimisme terhadap kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Selain itu, adanya laporan pasar yang menunjukkan peluang lanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan tercapainya kesepakatan tersebut dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan energi global.
Di sisi lain, sentimen positif juga datang dari perkembangan hubungan antara Israel dan Lebanon yang dilaporkan mulai terbukanya dialog langsung setelah difasilitasi oleh Amerika Serikat di Washington.
Sementara dari dalam negeri, kepercayaan investor tetap terjaga seiring dengan pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam pertemuan dengan investor global di New York dan Boston yang menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal.
Editor Siti Anisatusshalihah