Palembang, rakyatpembaruan.com-
Universitas Sriwijaya (UNSRI) berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) menggelar kuliah umum bertajuk “Empowering Growth: Young Entrepreneurs for a Better Future” yang diselenggarakan di Gedung Fasilkom UNSRI Lantai 7, Kampus Bukit Besar Palembang, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan keynote speaker dari Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, BA, M.Sc., yang membahas peluang dan tantangan dunia usaha di Indonesia. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi wawasan kewirausahaan dan kepemimpinan dengan tema “Membangun bisnis viral yang berkelanjutan” yang disampaikan oleh Bryan Jhon, CEO Yummy Coin.

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr. menyampaikan UNSRI sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki komitmen kuat untuk mendukung lahirnya wirausahawan muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan berdaya saing global.
Melalui berbagai program pengembangan kewirausahaan mahasiswa, inkubasi bisnis, serta kolaborasi dengan dunia industri, UNSRI berupaya membangun ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
“Kami percaya bahwa mahasiswa hari ini adalah pelaku ekonomi masa depan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, akses pasar, serta pemahaman terhadap dinamika perdagangan nasional dan global, generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya kehadiran Wakil Menteri Perdagangan pada hari ini menjadi sangat penting dan strategis. Prof Rujito berharap, melalui wawasan yang akan disampaikan, mahasiswa UNSRI dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai peluang dan tantangan di bidang perdagangan, serta bagaimana memposisikan diri sebagai wirausaha muda yang kompetitif. Begitu juga dengan kehadiran Bryan Jhon, CEO Yummy Coin sebagai pelaku industri yang sukses diharapkan mampu memberikan gambaran nyata bagaimana ide dapat diwujudkan menjadi usaha yang berdampak di era ini.
“Kami juga mendorong mahasiswa untuk tidak takut memulai. Kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran. Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba, konsistensi dalam berproses, dan kemampuan untuk terus beradaptasi. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Dyah Roro Esti Widya Putri atas kesediaannya hadir dan berbagi ilmu bersama kami. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar, menginspirasi, dan menjadi langkah awal bagi lahirnya petualanganwan muda dari Universitas Sriwijaya yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tutupnya.
Dalam Kuliah Umum Wamendag RI menyampaikan fenomena bonus demografi di Indonesia, dimana sekitar 68–70 persen penduduk berada pada usia produktif. Namun demikian, masih terdapat sekitar 7,8 juta pengangguran atau 4,76 persen dari total angkatan kerja. Menurutnya, kondisi ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terjun ke dunia kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja baru.
Ia menegaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran krusial dalam perekonomian nasional dan anak muda memiliki peluang besar untuk mewujudkan ekosistem bisnis terbarukan. “Lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto Indonesia disumbang oleh UMKM. Kami ingin mendorong banyak anak muda menjadi pelaku usaha, termasuk menjadi pemilik waralaba,” jelasnya.
Kemendag RI juga memperkenalkan program Kampus Preneur yang bertujuan mendorong produktivitas mahasiswa melalui pendidikan, pendampingan, serta akses ke pasar domestik dan internasional. Selain itu, pemerintah menyediakan berbagai program utama Kemendag mulai dari pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, hingga fasilitas pencocokan bisnis.
Dalam sesi interaktif, salah satu siswa menyampaikan aspirasinya untuk mengembangkan usaha budidaya tambak udang di Sumatera Selatan sebagai bagian dari cita-cita menjadi pengusaha besar di daerah.
Menutup kuliah umunya, Wakil Menteri Perdagangan memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa agar tidak takut gagal. “Keberhasilan dan kegagalan adalah bagian dari proses. Kita harus siap dengan diri sendiri untuk hadir dalam setiap kesempatan. Kita harus memulai lagi dan mencoba lagi. Jangan pernah menyerah, tidak boleh menyerah. Kalian harus menjadi pemandu sorak untuk diri kalian sendiri,” pesannya kepada ratusan mahasiswa UNSRI.
Ia juga mengajak generasi muda untuk berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui inovasi dan semangat kewirausahaan.
“Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kita harus menciptakan generasi muda dan masa depan yang benar-benar dapat menunjang Indonesia Emas 2045. Saya yakin kalau teman-teman memiliki keberanian, kepercayaan diri, dan tekad untuk berkarya, insya Allah mimpi kalian akan terwujud,” tutupnya.
Kegiatan itu disampaikan juga oleh Wakil Gubernur Provinsi Sumsel, H. Cik Ujang, SH dalam kesempatan itu ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya adalah peningkatan nilai ekspor daerah yang telah mencapai miliaran dolar AS, yang mencerminkan daya saing produk Sumsel di pasar global semakin kuat. “Pertumbuhan ini tidak lepas dari kontribusi sektor perdagangan yang terus berkembang, ditambah ratusan pusat perdagangan serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keberanian mahasiswa untuk memulai usaha, meskipun dalam skala kecil. Menurutnya, konsistensi dan inovasi merupakan kunci utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan. “Jangan takut memulai dari bawah. Banyak pengusaha sukses yang berawal dari usaha kecil. Yang penting berani, konsisten, dan terus berinovasi,” katanya.(Adi/Rp) (Ara_Humas)
