palembang, rakyatpembaruan.com–
Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Divisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) UNSRI menyelenggarakan kegiatan Seminar Hybrid “Wajah Baru Kampus “K3” bertempat di Ruang Prof. H. Djuaini Mukti UPT Bahasa UNSRI Palembang, pada Selasa (19/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Budaya Keselamatan, Kampus Sehat, dan Kesejahteraan Mental” ini dibuka oleh Kepala Kantor Administrasi Umum dan Rumah Tangga (KAUMRT) UNSRI, Dr. Artha Febriansyah, SH, MH mewakili Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, SE, M.Si., dan melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC. secara maya.
Kepala KAUMRT UNSRI, Dr. Artha Febriansyah menyambut baik inisiasi Divisi K3 dengan menyelenggarakan seminar ini. Mengingat isu K3 menjadi perhatian UNSRI yang selama ini masih perlu ditingkatkan. “Semoga dengan tema yang telah dibawakan, dapat benar-benar terwujud melalui acara ini,” jelasnya.

Menurutnya, dengan terjaganya K3 di UNSRI, hal ini dapat membantu peningkatan efisiensi kerja dan menekan biaya berlebih.
Sementara itu, Ka Dinkes Sumsel, dr. Trisnawarman dalam Berbagainya menyampaikan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar saja, melainkan memiliki urgensi untuk membangun budaya K3 yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. “Budaya keselamatan yang kuat akan melahirkan rasa aman, yang menjadi landasan utama kesehatan mental yang baik. Ketika mahasiswa, dosen, dan staf merasa aman, produktivitas kerja akan dapat meningkat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Divisi K3 UNSRI, Prof. Heni Fitriani, ST, MT, Ph.D., berharap agar paradigma K3 dapat dipahami sebagai suatu institusi budaya keselamatan fisik, lingkungan, dan mental. “Kampus yang modern itu adalah ruang yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung produktivitas hidup.Seminar ini akan membangun kesadaran kita bersama,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah keynote speaker yakni Prof. dr. Tan Malaka, MOH., DrPH., Sp.OK., HIU. Dalam paparannya, Prof. Tan Malaka mengapresiasi langkah-langkah Divisi K3 UNSRI yang telah aktif dan melaksanakan fungsinya dalam mensosialisasikan budaya K3. “Ini adalah program kerja yang real time, karena di masa depan Unit K3 Universitas Sriwijaya ini bisa membuat program yang sangat konkret. Dengan inisiatif-inisiatif yang bersifat low cost, bisa menjadikan program unggulan, karena memang kita banyak menghadapi permasalahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Tan Malaka memaparkan lima macam bahaya yang perlu kita ketahui, antara lain fisik, biologis, kimia, ergonomis, dan psikososial. “Yang kelima adalah fokus pada hari ini, yaitu aspek psikososial. Karena dunia internasional pada tahun ini mengambil tema K3 nya adalah psikososial. Karena itu, maka pembicaraan kali ini, ada tiga orang doktor yang membahasnya.
“Di sesi berikutnya, Dr. Agita, dari Fakultas Kedokteran yang membahas psikososial dari aspek kesehatan dan produktivitas. Kemudian Dr. Anita Camelia membahas bagaimana pendekatan, manajemen, dan mengenal hal ini. Selanjutnya, Dr. Suci Flamboinita, yang akan membahas dimensi hukum. Karena aspek psikososial, bullying, dan segala macam ini, sudah ada regulasinya.
Kemudian, pada sesi dua akan ada pembicaraan tentang aspek keselamatan, dan ini adalah sesuatu yang penting. Bahkan di semua tempat kerja yang lebih menonjol dari aspek keselamatan kerja. Oleh karena itu ada yang akan membahas dimensi ERP (Emergency Response Plan) dan yang akan dibicarakan adalah ahli kebencanaan Universitas Sriwijaya, Dr. Novrikasari,” jelasnya.
Berbagai narasumber turut memaparkan materi edukatif terkait K3 antara lain Dr. Agita Diora Fitri, S.Kom., M.KKK., HIU. (materi Melampaui Aspek Kesehatan dan Kesejahteraan Mental); Suci Flambonita, SH, MH (materi Respect Over Fear: Mewujudkan Kampus Bebas Bullying); Dr.Anita Camelia, S.KM., M.KKK., HIMA. (materi Beyond Safety: Psikososial sebagai Pilar ISO 45003); Novrikasari, SKM, M.Kes. (materi Rencana Tanggap Darurat di Universitas), dan; Rexa Siregar (materi Sosialisasi dan Demonstrasi Keselamatan Kebakaran di Lingkungan Universitas).
Selain itu, dipaparkan pula program unggulan Divisi K3 UNSRI sebagai langkah nyata implementasi budaya K3. Program tersebut disebut sebagai “Program Keamanan Kampus Terpadu”, yang memuat lima dimensi program antara lain Program Keselamatan Gedung, Keselamatan Transportasi, Keselamatan Laboratorium, Kesehatan Higiene, dan Kesehatan Psikososial. Dengan demikian, program ini dapat membantu mewujudkan UNSRI menjadi “kampus cerdas, aman, berkelanjutan”, yakni kampus yang cerdas, aman, dan berkelanjutan.
Sebagai praktik nyata, peningkatan penyelamatan kebakaran dilakukan oleh Rexa Siregar (Branch Manager PT Servo Fire Indonesia Palembang) yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir secara langsung.
Seminar ini diikuti juga oleh Kepala Divisi Layanan Disabilitas, Dr. Ir. Sukemi, M.Si., pimpinan fakultas, direktur dan kepala unit kerja, ketua lembaga, serta para pejabat struktural dan mahasiswa di lingkungan UNSRI.(adi/rp) (Humas)
