Bantentv.com – Piala Dunia 2026 tidak hanya menyuguhkan aksi di atas lapangan, tetapi juga melahirkan fenomena baru di tribun penonton. Berdasarkan laporan FIFA, salah satu cerita yang mencuri perhatian adalah Viking Row, selebrasi khas suporter Norwegia yang kini menjadi pemandangan ikonik sepanjang turnamen.
Di setiap pertandingan Norwegia, ribuan pendukung kompak duduk secara bersamaan, lalu menirukan gerakan mendayung ala bangsa Viking sambil menjaga kata ‘Ro!’ dengan penuh semangat.
Dalam hitungan pekan, Viking Row menjelma menjadi fenomena global. Aksi tersebut tidak hanya meramaikan stadion-stadion Piala Dunia di Amerika Utara, tetapi juga membanjiri media sosial dan menarik perhatian para pencinta sepak bola dari berbagai negara.
Fenomena ini bahkan merambah ke berbagai tempat di luar stadion. Mulai dari lift di Boston, kawasan Times Square di New York, pertandingan sepakbola New York Mets, hingga Gedung Parlemen Norwegia, banyak orang yang ikut menirukan gerakan-gerakan khas tersebut.
Baca Juga: Meksiko dan Norwegia Hadang Brasil dan Inggris di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Para pemain Norwegia pun tidak ketinggalan. Kapten Dipimpin Martin Odegaard, skuad berjuluk Lovene itu ikut merayakan Viking Row bersama para pendukungnya.
Tradisi tersebut seolah menjadi simbol kebangkitan Norwegia yang kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1998.
Menariknya, banyak orang mengira Viking Row merupakan tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Faktanya, yel-yel tersebut baru lahir pada akhir tahun 2025.
Ide itu berasal dari Ole Froystad, seorang pendukung Norwegia yang kini dijuluki ‘Mr Row Row’. Ia menciptakan yel-yel yang terinspirasi dari gerakan mendayung bangsa Viking.
“Rasanya sangat menyenangkan melihat orang-orang bersatu dan mendayung bersama. Itu menciptakan rasa kebersamaan yang luar biasa,” ujar Ole Froystad kepada Inside FIFA, seperti dikutip FIFA.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan Viking Row akan berkembang menjadi fenomena besar.
“Viking Row telah berkembang jauh lebih besar dari yang pernah saya bayangkan. Benar-benar luar biasa,” ujarnya.
Ide tersebut kemudian diadopsi oleh kelompok suporter resmi Norwegia, Oljeberget Supporterklubb, dan dikembangkan menjadi ritual yang kini dikenal luas.
Anggota dewan Oljeberget Supporterklubb, Torstein Hamran, mengatakan seluruh proses berawal dari ide-ide sederhana yang kemudian tumbuh menjadi identitas baru para pendukung Norwegia.
“Kami bahkan merekam lagu berjudul Viking Blood yang dirilis pada akhir Maret dan menampilkan Viking Row sebagai latarnya,” kata Torstein Hamran, seperti dilansir FIFA.
Seperti Viking Clap milik Islandia yang sempat mendunia pada UEFA EURO 2016 dan Piala Dunia 2018, Viking Row kini berkembang menjadi lebih dari sekadar selebrasi di tribun.
Baca Juga: Jadwal Lengkap 16 Besar Piala Dunia 2026, Sampai Jangan Ketinggalan!
Menurut Torstein, pendukung dari berbagai negara larut ikut dalam tradisi tersebut.
“Kami bahkan pernah melakukan pertandingan Viking Row bersama mereka sebelum dan sesudahnya. Itulah makna sesungguhnya dari Piala Dunia, orang-orang dari berbagai negara berkumpul dan berbagi momen seperti ini,” ujarnya.
Sumber: FIFA