Serang, Bantentv.com — Pemerintah Kota Serang mulai memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal itu ditandai dengan dibukanya Diklat Kader Kerukunan Umat Beragama oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, di Aula Setda Kota Serang, Jumat, 24 Oktober 2025.
Pelatihan yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang ini akan berlangsung selama tiga hari di Kebun Kebangsaan, Walantaka.
Budi mengingatkan, kondisi sosial yang damai menjadi syarat utama Kota Serang untuk berkembang.
“Tidak ada kota yang maju tanpa kenyamanan dan ketenangan,” ujarnya saat membuka acara.
FKUB disebutnya memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah. Pemkot Serang berjanji memberikan dukungan penuh pada aktivitas yang memperkuat hubungan antarumat beragam.
Budi Rustandi menambahkan, Pemkot Serang memiliki harapan besar agar masyarakat hidup dalam suasana rukun dan saling menghargai.
“Kota yang kondusif akan cepat maju. Kita ingin menjadikan Kota Serang sebagai kota yang damai, sejahtera, dan terbuka bagi semua. Tidak ada lagi istilah mayoritas atau minoritas, semua kehidupan berdampingan dengan damai,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan lintas agama dan kebudayaan perlu didukung karena dapat memperkuat keharmonisan sosial sekaligus menarik minat wisatawan.
“Kalau semua budaya yang ditampilkan, ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Ke depan, kita mendukung adanya acara budaya lintas agama sebagai bentuk persatuan,” ucapnya.
Ketua FKUB Kota Serang, KH. Matin Syarkowi, menambahkan bahwa kerukunan antarumat beragama perlu terus dijaga sejalan dengan sejarah Banten sebagai daerah yang terbuka terhadap keberagaman sejak masa kesultanan.
Ia mengingatkan bahwa Kota Serang memiliki sejarah panjang sebagai pelabuhan internasional sejak masa kesultanan, yang menunjukkan karakter masyarakat Banten yang terbuka dan toleran.
“Sejak dulu, Sultan Banten sudah menunjukkan sikap terbuka terhadap keberagaman. Itu yang membuat Banten maju, dan nilai itu harus terus kita jaga,” ujarnya.
Matin menilai tantangan terbesar dalam menjaga kerukunan adalah ketika agama dipahami secara emosional, bukan berdasarkan ajaran dan nilai ilahiah.
“Agama harus dipahami berdasarkan wahyu, bukan nafsu atau kepentingan pribadi,” tegasnya.
Terkait kegiatan lanjutannya, FKUB tengah menyiapkan Pesta Budaya Lintas Agama yang rencananya akan digelar pada Januari 2026 bertepatan dengan Hari Amal Bakti.
Sebagai tindak lanjutnya, FKUB menyiapkan Pesta Budaya Lintas Agama yang direncanakan digelar Januari 2026.
Acara tersebut akan melibatkan pawai budaya, pertunjukan seni, hingga bazar UMKM sebagai ruang pertemuan antarumat beragama.
Editor AF Setiawan