Bantentv.com – Penyanyi dan penulis lagu Tulus akhirnya merilis singel terbarunya berjudul “Teh Hijau” pada Selasa, 30 Juni 2026. Lagu ini menjadi karya terbaru Tulus setelah sekitar empat tahun tidak merilis singel baru.
Lagu “Teh Hijau” ditulis langsung oleh Tulus dengan menggandeng Yoseph Sitompul sebagai produser sekaligus pengaransemen musik.
Melalui lagu tersebut, Tulus mengangkat kisah seseorang yang tengah kehilangan kemampuan untuk merasakan kebahagiaan dan cinta. Namun, alih-alih mengajak pendengar untuk segera keluar dari kondisi tersebut, lagu ini justru menawarkan sudut pandang bahwa rasa hampa merupakan bagian dari perjalanan hidup yang dapat diterima sebagai proses penyembuhan.
Baca Juga: Tulus Rilis Lagu “Teh Hijau”, Single Baru Setelah Empat Tahun, Ini Liriknya!
Makna Lagu ‘Teh Hijau’
Secara keseluruhan, “Teh Hijau” mengajak pendengarnya keluar dari zona nyaman, melepaskan diri dari rutinitas, dan kembali terhubung dengan alam untuk menemukan ketenangan.
Pesan tersebut mulai terasa sejak bagian awal lagu, ketika tokoh di dalamnya mendengar berbagai saran untuk lebih sering menghabiskan waktu di alam serta mencoba pengalaman-pengalaman baru sebagai cara mengatasi stres.
Selain itu, lagu ini juga mengangkat tema self-healing atau penyembuhan diri. Tulus menggambarkan pentingnya mengambil jeda dari rutinitas, memperbanyak aktivitas positif, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk memulihkan kondisi emosional.
Baca Juga: Tur Kolaborasi “SAMA SAMA”: Sal Priadi hingga Tulus, Siap Hibur Menarik!
Keluar dari Zona Nyaman
Dalam lagu ini, Tulus menggunakan metafora “benteng” untuk menggambarkan rutinitas atau batasan yang tanpa disadari membuat seseorang sulit berkembang dan menemukan kebahagiaan.
Melalui simbol-simbol tersebut, pendengar diajak untuk berani mencoba hal-hal baru, membuka diri terhadap pengalaman yang berbeda, dan tidak terjebak dalam pola hidup yang monoton.
Tak hanya itu, “Teh Hijau” juga menyampaikan pesan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari pencapaian besar. Justru, ketenangan bisa ditemukan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, layaknya menikmati secangkir teh hijau.
Baca Juga: Minum Teh setelah Makan Ternyata Berbahaya Bagi Tubuh, Berikut Penjelasannya
Mengajak Menerima Setiap Fase Kehidupan
Di akhir lagu, Tulus menegaskan bahwa tidak semua rasa hampa harus segera dihilangkan. Ada kalanya kondisi tersebut merupakan bagian dari siklus kehidupan yang wajar dialami setiap orang.
Melalui “Teh Hijau”, Tulus mengajak pendengarnya untuk lebih sabar menjalani setiap proses, menerima emosi yang datang, dan percaya bahwa setiap fase kehidupan akan berlalu pada waktunya.
Lirik Lagu ‘Teh Hijau’ Tulus
Hari-hari berulang
Misteri hilang senang
Ada saran kudengar
Lebih sering keluar ke alam
Saran makin kudengar
Cari hal asing yang menantang
Keluar dari benteng
Dari tempatmu yang sekarang
Tak ada yang hilang dariku belakangan
Sedang tak mudah bertemu rasa senang
Sedang kucari yang jadi pencetusnya
Mungkin hilangnya atau siklus umur
Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
(Apa pun, siapa pun)
Tambah gerak tubuhmu
Baca buku yang baru
Ragam saran brilian
Yang belum datang jadi penawar
Untuk yang hilang dariku belakang
Senang kucoba memahami alurnya
S’moga segera kutemukan jawabannya
Tapi kini kurayakan hampa ini, oh
Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
Kulihat mana di kendaliku
Teh hijau ini yang diterima
Di tengah seram sedih yang menghantamku, uh
Baiklah, lepas kemurunganku
Hijau kembali jiwa gersangku
Ambillah sayang sebanyak waktu yang Anda perlukan
Mungkin (Aku sedang tak bisa)
Aku sedang tak bisa (Tak bisa jatuh cinta)
Tak bisa jatuh cinta (Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun)
Dan mungkin aku sedang tidak bisa
Tak bisa jatuh cinta (Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun)
Tanpa itu, tanpanya
Apa pun yang mungkin hilang itu
Mungkin ini siklusnya
Sudah bersinar
Esok, esok akan lebih elok
Dan mungkin aku sedang tidak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku sedang tidak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku sedang tidak bisa
Tak bisa jatuh cinta
(Apa pun, siapa pun)
Editor : Erina Faiha