Bantentv.com – Penyanyi Tulus akhirnya kembali menyapa penikmat musik Tanah Air melalui single terbarunya berjudul “Teh Hijau” yang resmi dirilis pada Selasa, 30 Juni 2026.
Lagu ini menjadi karya terbaru Tulus setelah sekitar empat tahun sejak perilisan album Manusia pada tahun 2022.
Tak lama setelah dirilis di berbagai platform musik digital, “Teh Hijau” ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai banyak respon positif berkat liriknya yang puitis serta dekat dengan pengalaman banyak orang.
Sebelum lagu resmi dirilis, Tulus lebih dulu membagikan teaser melalui akun Instagram pribadinya.
Unggahan tersebut menampilkan cover lagu bernuansa hijau dan hitam disertai kalimat ‘Sudah mengalir, esok 30 Juni 2026’.
Rasa penasaran itu akhirnya terjawab ketika Tulus resmi merilis “Teh Hijau” pada 30 Juni 2026. Lagu berdurasi 3 menit 33 detik tersebut pun langsung menarik perhatian pendengar dan menjadi salah satu topik hangat di media sosial.
Cerita Tentang Kehampaan dan Proses Pemulihan
Melalui “Teh Hijau”, Tulus mengangkat kisah seseorang yang sedang kehilangan rasa bahagia dan kesulitan membuka hati terhadap keadaan maupun orang-orang di sekitarnya.
Meski telah mencoba berbagai cara dan menerima banyak masukan, tokoh dalam lagu tersebut masih belum menemukan jawaban atas kegelisahan yang dirasakan.
Dengan lirik yang reflektif, lagu ini menggambarkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan waktu pemulihan yang berbeda-beda.
Simbol secangkir teh hijau digunakan sebagai pengingat untuk menerima setiap proses, fokus pada hal-hal yang masih dapat dikendalikan, serta tetap percaya bahwa masa sulit tidak akan berlangsung selamanya.
Salah satu kekuatan lagu ini terletak pada pesan yang disampaikan di bagian penutup. Kalimat ‘Esok akan lebih elok’ menjadi penanda bahwa harapan akan selalu ada, bahkan ketika seseorang berada di titik terendah dalam hidupnya.
Lirik Lagu “Teh Hijau”
Berikut lirik lagu “Teh Hijau” karya Tulus.
Hari-hari berulang
Misteri hilang senang
Ada saran kudengar
Lebih sering keluar ke alam
Saran lain kudengar
Cari hal asing yang menantang
Keluar dari benteng
Dari tempatmu yang sekarang
Ada yang hilang dariku belakangan
Sedang tak mudah bertemu rasa senang
Sedang kucari yang jadi pencetusnya
Mungkin hilangnya atau siklus umur
Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
Wo-wo
Wo-wo-wo
Apa pun, siapa pun
Tambah gerak tubuhmu
Baca buku yang baru
Ragam saran brilian
Yang belum datang jadi penawar
Untuk yang hilang dariku belakangan
Sedang kucoba memahami alurnya
Semoga segera kutemukan jawabannya
Tapi kini kurayakan hampa ini, oh
Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuh apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuh apa pun, siapa pun
Kulihat mana di kendaliku
Teh hijau ini yang diterima
Di tengah seram sedih yang menghantamku
Uh-uh
Lepaslah, lepas kemurunganku
Hijau kembali jiwa gersangku
Ambillah, sayang, sebanyak waktu yang Anda perlukan, uh
Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
Uh, dan mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuh apa pun, siapa pun
Ah, tanpa itu
Tanpanya
Apa pun yang mungkin hilang itu
Mungkin ini siklusnya
Sudah bersinar
Oke
Esok akan lebih elok
Dan mungkin aku sedang tidak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku sedang tidak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati ‘tuk apa pun, siapa pun
Dan mungkin aku sedang tidak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Apa pun, siapa pun
Editor Siti Anisatusshalihah