Bantentv.com – Pemerintah menaruh optimisme tinggi terhadap prospek pasar saham nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menembus level 10.000 pada tahun 2026. Hal ini seiring penguatan fundamental ekonomi dan sinkronisasi kebijakan.
Optimisme tersebut disampaikan Purbaya usai pembukaan perdagangan saham perdana 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 2 Januari 2026.
Sentimen positif pelaku pasar langsung tercermin dari pergerakan IHSG yang dibuka menguat 29,79 poin atau 0,34% ke level 8.676,74.
“Ada optimisme pelaku pasar bahwa kondisi perekonomian akan terus membaik. Fondasi perekonomian sudah lebih kuat, ditopang kebijakan fiskal dan moneter yang semakin sinkron, sehingga pertumbuhan bisa lebih cepat,” ujar Purbaya.
Baca Juga: IHSG Menguat Tipis di Akhir Tahun, Sektor Konsumen Jadi Penopang
Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, menargetkan IHSG di level 10.000 bukanlah hal yang mustahil.
Ia juga menilai potensi pertumbuhan ekonomi hingga enam persen dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham.
Purbaya menambahkan, peningkatan pertumbuhan ekonomi berpotensi mendorong peningkatan laba perusahaan. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi investor untuk berpartisipasi aktif di pasar modal.
“Angka 10.000 tidak mungkin tercapai, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu,” tegasnya.
Pandangan Analis: Target Bisa Lebih Tinggi
Sejalan dengan pemerintah, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menilai proyeksi IHSG tahun ini tetap menjanjikan. Namun, meski menjanjikan, proyeksi ini membayangkan sejumlah tantangan global.
Ia menyoroti proses pemulihan ekonomi di China, Jepang, dan Eropa. Selain itu, dinamika global seperti perang tarif masih menjadi faktor risiko.
Di dalam negeri, perhatian investor memperhatikan stabilitas nilai tukar rupiah, realisasi kebijakan pemerintah, serta sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.
Secara perhitungan teknis, Reza menyebut IHSG menyentuh level 10.500. Ia mencontohkan, pada tahun 2025, IHSG mampu naik sekitar 22% meski dibayangi berbagai sentimen global.
“Jika penutupan IHSG 2025 berada di kisaran 8.600 dan kita berasumsikan kenaikan 22%, maka secara matematis targetnya bisa mencapai 10.500,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pergerakan pasar tidak hanya ditentukan oleh angka.
Sentimen manajemen pasar, aksi korporasi emiten, serta pemberitaan positif turut berperan besar dalam membentuk psikologi investor.
Editor AF Setiawan