Serang, Bantentv.com – Hari ke lima belas Ramadhan atau malam qunut, sejumlah warga binaan di Lapas Kelas Dua A Serang, Banten, mengadakan buka puasa bersama keluarga. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan sekaligus dukungan moril bagi warga binaan.
Kegiatan ini menjadi momen melepas rindu bagi warga binaan yang selama ini terpisah dari keluarga.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Ali Syeh Bana, bersama Kepala Lapas Kelas Dua A Serang, Riko Stiven, meninjau langsung kegiatan buka puasa bersama tersebut.
Dalam kegiatan ini, pihak lapas memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk bertemu dan berbuka puasa bersama keluarga tanpa bertindak.
Baca Juga: Isak Tangis Haru Warnai Peringatan Hari Ibu di Lapas Rangkasbitung
Momen kebersamaan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara warga binaan dan keluarga, serta menjadi bagian dari proses pelatihan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan yang lebih baik.
Kepala Kanwil Ditjen PAS Banten mengatakan kegiatan ini untuk mempertemukan warga binaan dengan keluarganya.
Dengan buka puasa bersama, mereka bisa kembali akrab dan berbagi cerita. Ini juga merupakan bagian dari pelatihan agar mereka tetap merasa diakui dan diharapkan kembali ke keluarga dalam keadaan yang lebih baik.
“Mereka bisa berbagi cerita dengan keluarga. Ini juga merupakan salah satu bentuk pelatihan yang dilakukan oleh pihak lapas agar warga binaan tetap merasa diakui dan diharapkan dapat kembali ke keluarga dalam keadaan yang lebih baik,” ujar Ali.
Baca Juga: Lapas Kelas III Rangkasbitung Bagikan ratusan Paket Takjil
Menurut salah satu keluarga warga binaan, Latifah merasa senang dengan adanya buka puasa bersama ini. Di bulan Ramadhan bisa bertemu dan berkumpul dengan anaknya. Dirinya sudah dua tahun tidak bertemu dan baru sekarang bisa bertemu langsung.
“Saya senang bisa berkumpul lagi dengan anak di bulan Ramadhan ini. Sudah dua tahun tidak bertemu, baru sekarang bisa bertemu langsung,” katanya.
Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan hubungan kekeluargaan warga binaan tetap terjaga, serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk menjalani masa pelatihan dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
Editor : Erina Faiha